Banten, 12 Mei 2026 — Di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat, generasi muda terus didorong untuk tetap mengenal dan melestarikan budaya Indonesia. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan inspiratif yang dilakukan oleh Puteri Anak Indonesia Banten 2026, Mikhayla Dittara Assyifa Anwar, bersama Puteri Anak Indonesia Banten Budaya 2026, Hiranindya Heryunanisita Ichwan, saat mengikuti kegiatan belajar membatik di Batik Mukarnas, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya Nusantara, khususnya seni batik yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia. Dalam suasana penuh antusias dan semangat belajar, keduanya diperkenalkan langsung pada proses pembuatan batik tradisional mulai dari menggambar pola, menggunakan canting, hingga proses pewarnaan kain.
Tidak hanya sekadar melihat proses produksi, Mikhayla dan Hiranindya juga mencoba langsung teknik membatik bersama para pengrajin lokal. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus pembelajaran tentang pentingnya menjaga budaya Indonesia agar tetap hidup di tengah modernisasi.
Baca Juga

Mikhayla Dittara Assyifa Anwar mengatakan bahwa kegiatan membatik ini memberikan pengalaman baru yang sangat berkesan baginya. Menurutnya, batik bukan hanya sekadar kain dengan motif indah, melainkan memiliki makna budaya, nilai seni, dan filosofi yang mendalam.
“Belajar membatik membuat saya semakin sadar bahwa budaya Indonesia sangat luar biasa. Setiap motif memiliki cerita dan makna tersendiri. Sebagai generasi muda, kita harus bangga dan ikut melestarikannya,” ujar Mikhayla di sela kegiatan.
Ia juga berharap anak-anak muda, khususnya Gen Z, tidak malu untuk mengenal dan menggunakan produk budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, melestarikan budaya dapat dimulai dari langkah sederhana seperti memakai batik dan mempelajari sejarahnya.
Sementara itu, Hiranindya Heryunanisita Ichwan menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan tradisi Indonesia kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.
“Di zaman sekarang, budaya harus bisa dikemas lebih modern supaya anak muda tertarik untuk mengenalnya. Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa belajar langsung dan merasakan sendiri proses membatik yang ternyata membutuhkan kesabaran dan ketelitian,” ungkap Hiranindya.
Ia menambahkan bahwa budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang jika generasi muda mau ikut menjaga dan mempromosikannya, baik melalui media sosial maupun kegiatan positif lainnya.
Pihak Batik Mukarnas menyambut baik kehadiran Puteri Anak Indonesia Banten 2026 dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai bahwa keterlibatan figur muda dalam pelestarian budaya dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.
Menurut pihak Batik Mukarnas, membatik bukan hanya tentang menghasilkan karya seni, tetapi juga tentang menjaga identitas bangsa dan menghargai proses kreatif para pengrajin lokal yang terus mempertahankan tradisi turun-temurun.
Kegiatan belajar membatik ini berlangsung hangat dan penuh interaksi. Selain belajar teknik membatik, para peserta juga diajak mengenal berbagai jenis motif batik khas Indonesia serta filosofi yang terkandung di dalamnya. Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika para pengrajin membimbing proses membatik secara langsung dengan penuh kesabaran.
Melalui kegiatan ini, Mikhayla Dittara Assyifa Anwar dan Hiranindya Heryunanisita Ichwan menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya bangsa.
Kehadiran mereka di Batik Mukarnas menjadi inspirasi positif bagi Gen Z untuk lebih mencintai budaya lokal dan tidak melupakan identitas bangsa di tengah arus globalisasi. Dengan semangat yang mereka tunjukkan, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk ikut melestarikan budaya Indonesia melalui berbagai cara kreatif dan modern.

























