Yogyakarta — SD Negeri Wirosaban melaksanakan kegiatan Makan Sayur Bersama pada Kamis, 3 September 2026, pukul 07.00 WIB di lapangan sekolah. Kegiatan rutin setiap hari Kamis ini dilaksanakan oleh pihak sekolah dengan sasaran siswa kelas I-IV dan didampingi siswa Praktik Kependidikan (PK). Program yang telah berjalan kurang lebih dua tahun ini merupakan bagian dari upaya sekolah membangun kebiasaan makan sehat pada siswa. Kegiatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tujuan ketiga, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta tujuan kedua, Tanpa Kelaparan, khususnya pada aspek pemenuhan gizi anak.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya konsumsi sayur kepada siswa sejak usia sekolah dasar. Pelaksanaan dimulai pada pagi hari setelah siswa mengikuti rangkaian kegiatan pembiasaan berupa berdoa bersama, membaca surat-surat pendek, dan bersholawat beserta pemaknaannya. Guru kemudian menyampaikan penjelasan singkat mengenai pentingnya mengonsumsi sayur dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh, dilanjutkan dengan makan bersama di lapangan sekolah. Sebelum adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), siswa disarankan membawa bekal yang mengandung sayur dari rumah. Saat ini, siswa yang tidak membawa bekal dapat memanfaatkan menu MBG jika menu yang disediakan mengandung sayur. Pihak yang terlibat dalam kegiatan meliputi guru kelas, siswa, orang tua sebagai penyedia bekal, serta siswa PK yang membantu mengarahkan siswa agar duduk dengan tertib dan melakukan dokumentasi kegiatan.
Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, partisipasi siswa dalam mengonsumsi sayur masih beragam. Sebagian siswa menghabiskan sayur yang terdapat pada bekal maupun menu MBG, sedangkan sebagian lainnya masih menunjukkan ketertarikan yang terbatas terhadap sayuran. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini berada pada tahap pembiasaan dan masih memerlukan pendampingan secara berkelanjutan. Meskipun demikian, kegiatan ini menyediakan ruang rutin bagi siswa untuk memperkenalkan dan mencoba mengonsumsi sayur, sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam menyiapkan bekal yang mengandung sayur. Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap SDGs tujuan ketiga melalui upaya penanaman pola makan sehat sejak usia sekolah dasar.
Sekolah berharap kegiatan Makan Sayur Bersama dapat terus berjalan secara rutin dan diikuti penguatan edukasi gizi bagi siswa maupun orang tua. Mahasiswa PK juga berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan melalui variasi pendampingan agar siswa semakin terbiasa mengonsumsi sayur, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.























