Lombok Barat – Ketersediaan sarana informasi yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke suatu destinasi. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Ekowisata Mangrove Cemare, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram Tahun 2026 melaksanakan Program Penataan Sarana Informasi Wisata melalui pembuatan dan pemasangan papan penunjuk arah serta papan informasi berupa peta kawasan di Desa Lembar Selatan.
Program ini disusun berdasarkan hasil identifikasi lapangan yang dilakukan bersama Komunitas Cemare Eco Green selaku pengelola Ekowisata Mangrove Cemare. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa meskipun kawasan wisata ini memiliki berbagai potensi, seperti jalur trekking mangrove, nursery mangrove, dan wisata edukasi pesisir, ketersediaan media informasi bagi pengunjung masih belum memadai. Kondisi tersebut menyebabkan wisatawan, khususnya yang datang secara mandiri, masih mengalami kesulitan dalam menemukan lokasi maupun memahami jalur wisata yang tersedia.
Mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram bersama Komunitas Cemare Eco Green menetapkan tiga lokasi strategis sebagai titik pemasangan sarana informasi, yaitu di persimpangan sebelum Jembatan Cemare, persimpangan RT 2 dan RT 3 Dusun Cemare, serta area menjelang pintu masuk jalur trekking mangrove. Selanjutnya, tim KKN merancang dan memasang papan penunjuk arah beserta peta kawasan yang memuat informasi mengenai akses menuju lokasi, rute wisata, serta fasilitas pendukung sehingga memudahkan wisatawan dalam menjelajahi kawasan Ekowisata Mangrove Cemare.
Ketua KKN-PMD Universitas Mataram Desa Lembar Selatan, Aqshal Pramulia Ramadhani, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan informasi bagi pengunjung sekaligus mendukung pengembangan Ekowisata Mangrove Cemare sebagai destinasi wisata berbasis konservasi. “Melalui pemasangan papan penunjuk arah dan peta kawasan ini, kami berharap wisatawan dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai lokasi dan jalur wisata sehingga pengalaman berkunjung menjadi lebih nyaman. Kami juga berharap sarana informasi ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara bersama sebagai upaya mendukung pengembangan Ekowisata Mangrove Cemare yang berkelanjutan,” ujar Aqshal.
Keberadaan papan penunjuk arah dan peta kawasan diharapkan dapat membantu wisatawan menemukan lokasi wisata dengan lebih mudah, memahami rute perjalanan, serta mengenali berbagai fasilitas yang tersedia di kawasan tersebut. Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, sarana informasi ini juga menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pengelolaan dan promosi Ekowisata Mangrove Cemare sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.
Program Penataan Sarana Informasi Wisata merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram, Pemerintah Desa Lembar Selatan, dan Komunitas Cemare Eco Green dalam mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penyediaan infrastruktur informasi pendukung destinasi wisata, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui peningkatan kualitas fasilitas kawasan wisata, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui penguatan edukasi dan pelestarian ekosistem mangrove, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara Universitas Mataram, Pemerintah Desa Lembar Selatan, dan Komunitas Cemare Eco Green dalam mewujudkan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram berharap sarana informasi yang telah tersedia dapat dimanfaatkan serta dirawat secara berkelanjutan oleh pengelola dan masyarakat setempat. Dengan demikian, akses informasi bagi wisatawan menjadi semakin mudah, daya tarik Ekowisata Mangrove Cemare semakin meningkat, dan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Desa Lembar Selatan dapat terus berkembang.

























