Bantul (MAN 1 Yogya) — Prestasi membanggakan kembali diraih MAN 1 Yogyakarta. Tim Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) Putra berhasil meraih Juara 1 Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Kota Yogyakarta yang dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026) di Madrasah Muallimin, Sedayu Bantul Yogyakarta.
Tim yang dibimbing oleh Hilman Abdullah, S.Hum. tersebut terdiri atas Luqman Hakim (XI G) sebagai tilawah, Arfa Adla (X PK 1)sebagai pensyarah, dan Reyhan Afnan Abqori (X G) sebagai sari tilawah.
Mengusung tema “Menyemai Takwa di Atas Tanah Merdeka, Menegakkan Kedaulatan Agraria”, tim MSQ MAN 1 Yogyakarta menghadirkan pembahasan yang menghubungkan nilai ketakwaan dengan persoalan agraria, ketahanan pangan, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan. Materi tidak berhenti pada gagasan normatif, tetapi diperkuat dengan data dan persoalan aktual sehingga isu tanah dan lingkungan ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan bangsa.
Salah satu kekuatan penampilan terletak pada konsistensi penyampaian materi dan kreativitas panggung. Lagu “Kolam Susu” digunakan sebagai sentuhan artistik yang menyentil paradoks kekayaan alam Indonesia dengan berbagai persoalan kerusakan lingkungan. Kehadiran lagu tersebut menjadi ruang refleksi bahwa kekayaan tanah air bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi merupakan amanah yang harus dikelola secara adil dan berkelanjutan.
Di balik penampilan yang berlangsung singkat, terdapat perjuangan panjang. Sebagai lomba berbasis tim, MSQ menuntut lebih dari sekadar kemampuan menghafal. Proses dimulai dari penyusunan teks, pendalaman materi, pemahaman dan penghafalan, hingga penghayatan isi, kemudian diterjemahkan dalam intonasi, ekspresi, kreasi gerak, serta kekompakan ketiga anggota.
Setiap bagian harus menyatu. Tilawah menjadi fondasi, sari tilawah menjadi jembatan pesan, sedangkan pensyarah mengembangkan gagasan agar dapat diterima secara logis dan komunikatif. Karena itu, kemenangan ini merupakan hasil dari kolaborasi, latihan berulang, kedisiplinan, dan kemampuan menjaga konsistensi penampilan sebagai satu tim.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Trianto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan madrasah, tetapi juga menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan dapat berjalan bersama penguatan intelektual, kreativitas, komunikasi, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.
“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri. Juara bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi buah dari proses, kesungguhan, kedisiplinan, dan kerja sama. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi murid MAN 1 Yogyakarta untuk terus unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa dakwah generasi muda dapat hadir dengan cara yang cerdas, kreatif, dan relevan dengan persoalan zaman. Dari panggung MSQ, tiga murid MAN 1 Yogyakarta membawa satu kesadaran, tanah air bukan hanya warisan yang dinikmati, tetapi amanah yang harus dijaga. (H.A)
























