Jombang, 7 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya dari Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) melaksanakan program kerja dengan judul “Pemanfaatan Tanaman Refugia sebagai Pengendalian Hama Ramah Lingkungan” yang bertempat di Balai Desa Karangan pada Kamis (7/7) pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota kelompok tani (Gapoktan) Desa Karangan dan bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai penerapan pengendalian hama yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan tanaman refugia.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Gloria Michelin Budi Valentina, mahasiswa KKN Universitas Brawijaya dari Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa tanaman refugia merupakan tanaman berbunga yang berfungsi sebagai sumber pakan, tempat berlindung, dan habitat bagi musuh alami hama. Kehadiran tanaman refugia di sekitar lahan pertanian dapat membantu meningkatkan populasi serangga predator maupun parasitoid yang berperan dalam menekan populasi hama secara alami.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep tanaman refugia, manfaat ekologis dalam sistem pertanian, jenis-jenis tanaman refugia yang mudah dibudidayakan, serta teknik penanaman dan pemeliharaan yang tepat. Beberapa tanaman yang diperkenalkan dalam kegiatan ini antara lain kenikir (Cosmos caudatus), zinnia (Zinnia elegans), dan marigold (Tagetes sp.) yang dikenal mampu menarik berbagai musuh alami hama.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga disertai sesi diskusi yang memungkinkan peserta berbagi pengalaman terkait permasalahan hama yang dihadapi di lapangan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai efektivitas tanaman refugia, jenis musuh alami yang dapat ditemukan, serta strategi penerapannya pada lahan pertanian yang dikelola oleh petani setempat.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN melakukan penanaman tanaman refugia di area yang telah disiapkan serta membagikan benih kenikir, zinnia, dan marigold kepada anggota kelompok tani. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong petani untuk mulai menerapkan konsep pengendalian hama berbasis ekologi secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua Gapoktan Desa Karangan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Brawijaya. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan petani saat ini.
“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi para petani mengenai cara pengendalian hama yang tidak hanya efektif, tetapi juga lebih aman bagi lingkungan. Kami berharap tanaman refugia dapat diterapkan secara luas di lahan pertanian sehingga penggunaan pestisida kimia dapat dikurangi secara bertahap,” ujarnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Brawijaya dari Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Pemanfaatan tanaman refugia diharapkan tidak hanya membantu menekan serangan hama secara alami, tetapi juga mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih produktif, sehat, dan ramah lingkungan.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan/Zero Hunger) melalui penerapan praktik pertanian berkelanjutan yang dapat meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan, serta SDGs 15 (Ekosistem Daratan/Life on Land) melalui upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem pertanian. Dengan memanfaatkan tanaman refugia sebagai habitat musuh alami hama, petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sekaligus menjaga kesehatan lingkungan pertanian.
Kegiatan sosialisasi dan penanaman tanaman refugia ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada penerapan teknologi sederhana berbasis lingkungan guna mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Karangan.

























