Jombang – Program kerja pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam vertikultur berhasil dilaksanakan di Pondok Pesantren Desa Karangan pada Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh Tim KKN Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK), Universitas Brawijaya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada para santri mengenai pengelolaan limbah plastik melalui pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam vertikultur.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya dalam mengurangi permasalahan limbah plastik sekaligus mengenalkan konsep budidaya tanaman sederhana yang dapat diterapkan pada lahan terbatas. Melalui program ini, botol plastik bekas yang sebelumnya menjadi sumber pencemaran lingkungan dimanfaatkan kembali menjadi wadah tanam yang memiliki nilai guna dan estetika. Selain mendukung kegiatan penghijauan, pemanfaatan botol bekas ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas serta kepedulian para santri terhadap lingkungan sekitar.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian edukasi kepada para santri mengenai permasalahan sampah plastik, dampaknya terhadap lingkungan, serta penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai upaya dalam mengurangi timbulan sampah. Tim KKN FBIPK juga memperkenalkan konsep vertikultur sebagai metode bercocok tanam secara vertikal yang dapat menjadi solusi dalam memanfaatkan ruang terbatas. Setelah mendapatkan pemahaman tersebut, para santri mengikuti kegiatan praktik secara langsung dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam.
Sebelum proses penanaman dilakukan, para santri terlebih dahulu melakukan pengecatan pada botol plastik bekas yang telah disiapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperindah tampilan botol sekaligus meningkatkan kreativitas santri dalam mengolah barang bekas menjadi media tanam yang menarik. Setelah proses pengecatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan tali pada lubang botol yang telah dilubangi, pengisian media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan arang sekam, hingga tahap penanaman tanaman hias.
Melalui kegiatan praktik ini, para santri mendapatkan pengalaman baru dalam bidang pengelolaan lingkungan dan budidaya tanaman sederhana. Program yang berhasil dilaksanakan oleh Tim KKN FBIPK Universitas Brawijaya ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis kepada para santri dalam memanfaatkan limbah plastik secara kreatif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan lingkungan pondok serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan.
Nana Agustina Octavianus selaku Koordinator Program ini menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh penggunaan media tanam yang tepat. Ia menjelaskan bahwa media tanam tidak cukup hanya menggunakan tanah, melainkan perlu dikombinasikan dengan kompos dan arang sekam agar memiliki kandungan unsur hara yang memadai, struktur yang lebih gembur, serta sirkulasi udara yang baik. “Penggunaan media tanam yang tidak tepat, seperti hanya menggunakan tanah saja, dapat menyebabkan tanaman tidak tumbuh secara optimal bahkan berisiko mengalami kematian,” ujarnya.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Quality Education), SDGs 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDGs 15 (Life on Land). Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan.
Dengan terlaksananya program pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam vertikultur ini, diharapkan para santri mampu menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan lingkungan Pondok Pesantren Desa Karangan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

























