Arga Makmur, 24 September 2026 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur terus memperkuat pembinaan kepribadian melalui pemenuhan kebutuhan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pembinaan kerohanian bagi WBP umat Hindu yang berlangsung di Aula Lapas Arga Makmur, Kamis (24/9).
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut dilaksanakan dengan dukungan petugas pembinaan dan petugas pengamanan serta diikuti WBP umat Hindu. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara tertib, khidmat, aman, dan kondusif.
Kerohanian Menjadi Bagian dari Pembinaan Kepribadian
Bagi Lapas Arga Makmur, pembinaan kerohanian tidak ditempatkan semata sebagai kegiatan ibadah, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian WBP.
Melalui pembinaan spiritual, WBP diberikan ruang untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya sekaligus membangun kesadaran diri, nilai moral, dan sikap positif sebagai bagian dari proses perubahan perilaku selama menjalani masa pidana.
Pelaksanaan pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan pembinaan secara terarah dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan hak WBP.
Pemasyarakatan Hadir melalui Pembinaan yang Humanis
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan proses pengeluaran WBP dari kamar atau blok hunian sesuai jadwal yang telah ditentukan. Petugas Jaga berkoordinasi dengan Komandan Jaga dan petugas pembinaan untuk memastikan proses perpindahan WBP menuju lokasi kegiatan berlangsung tertib dan aman.
WBP kemudian mengikuti kegiatan di Aula Lapas dengan pengawasan petugas. Seluruh rangkaian berjalan secara khidmat tanpa mengganggu pelaksanaan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Pola tersebut menunjukkan bahwa aspek pembinaan dan pengamanan berjalan beriringan. Kegiatan pembinaan dapat dilaksanakan secara optimal dengan tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) serta pengawasan petugas.
Mendukung Transformasi Perilaku WBP
Pembinaan kepribadian menjadi salah satu unsur penting dalam proses Pemasyarakatan karena perubahan perilaku WBP tidak hanya dibangun melalui kegiatan keterampilan dan produktivitas, tetapi juga melalui penguatan mental dan spiritual.
Pembinaan kerohanian diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi WBP untuk membangun kesadaran, memperkuat nilai-nilai moral, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalani proses reintegrasi sosial nantinya.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan semangat 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam memperkuat penyelenggaraan Pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, pelayanan, dan perubahan kualitas hidup WBP.
Tertib dalam Pelaksanaan, Konsisten dalam Pembinaan
Kegiatan pembinaan kerohanian bagi WBP umat Hindu berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Pengaturan jadwal, koordinasi antara petugas pembinaan dan pengamanan, serta pengawasan selama kegiatan menjadi bagian penting untuk memastikan pembinaan berjalan sesuai ketentuan.
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian perlu dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari proses Pemasyarakatan.
“Pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membentuk sikap dan kepribadian WBP. Kami berkomitmen memberikan ruang pembinaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dengan tetap memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai SOP,” ujar Yulian Fernando.
Lapas Arga Makmur akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, terarah, dan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.
Sebab, Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang memberikan ruang bagi setiap WBP untuk membangun kembali kepribadian dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
























