Ternate – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati sebelumnya bersama Parada Collection Ternate, hari ini Lapas Ternate menggelar kegiatan pelatihan keterampilan kerajinan tangan bagi para WBP, Kamis (24/09).
Dalam pelatihan yang berlangsung, para warga binaan diajari cara membuat kerajinan tangan berupa alat garuk punggung, pengajaran dimulai dari cara membersihkan batok kelapa hingga cara membentuk ujung dari garuk punggung. Kegiatan ini menandai awal dari rangkaian program pelatihan bertahap, di mana para warga binaan nantinya juga akan diajarkan berbagai jenis kerajinan tangan lainnya pada kesempatan mendatang.

Kalapas Ternate, Faozul Ansori, menegaskan bahwa pelaksanaan pelatihan ini merupakan wujud nyata implementasi dari kerja sama yang telah dibangun.
“Pelatihan hari ini adalah wujud komitmen kami untuk menjalankan kerja sama dengan baik. Kami ingin memastikan warga binaan mendapatkan keterampilan yang berguna dan punya nilai jual, sehingga bisa menjadi bekal nanti,” ujar Faozul Ansori.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ternate, Sofyan Mutalib, menekankan bahwa kegiatan ini fokus pada program pembinaan yang berkelanjutan.
“Pelatihan pembuatan alat garuk punggung ini menjadi langkah awal dalam program pembinaan kemandirian warga binaan. Ke depannya, kami akan terus menghadirkan pelatihan kerajinan jenis lain secara bertahap agar proses pembinaan ini dapat berjalan maksimal dan memberikan wawasan yang luas bagi mereka,” jelas Sofyan Mutalib.
Melalui pelatihan ini, Lapas Ternate berharap para warga binaan dapat terus mengasah kemampuan diri dan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak di masyarakat.

























