Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 173 mengadakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah melalui program JELITA (Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Sedayu, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, pada Senin (31/8/2026) dan diikuti oleh anggota PKK Desa Sedayu.
Program JELITA dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, agar tidak hanya dibuang begitu saja. Melalui pelatihan ini, minyak jelantah diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, yaitu lilin aromaterapi.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi mengenai alat dan bahan yang diperlukan serta tahapan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung.
Praktik pembuatan lilin dilakukan oleh mahasiswa dari Divisi Ekonomi Kreatif bersama perwakilan ibu-ibu PKK Desa Sedayu. Para peserta dapat menyaksikan sekaligus mempraktikkan proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Setelah praktik selesai, masing-masing peserta mendapatkan satu buah lilin hasil dari kegiatan tersebut.
Ketua PKK Desa Sedayu, Bu Mahmudah, menyambut baik pelaksanaan program JELITA. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi ibu-ibu PKK, sekaligus menghasilkan produk yang dapat memberikan manfaat bagi rumah tangga.
“Oh iya, itu sangat bagus sekali. Program itu memang sangat bagus, ibaratnya membuat ibu-ibu tahu cara membuat aromaterapi. Supaya rumahnya rileks, kita juga rileks, baunya harum. Itu sangat bagus programnya, saya sangat mendukung sekali,” ujar Bu Mahmudah.
Sementara itu, Monica, anggota Divisi Ekonomi Kreatif KKN UIN Walisongo Posko 173, menjelaskan bahwa pemilihan program JELITA dilatarbelakangi oleh banyaknya minyak jelantah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dan umumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
“Yang melatarbelakangi saya memilih pelatihan JELITA sebagai kegiatan untuk ibu-ibu PKK di Desa Sedayu karena melihat minyak jelantah sebagai limbah rumah tangga yang cukup sering dihasilkan dan biasanya hanya dibuang begitu saja. Padahal, kalau diolah dengan cara yang tepat, minyak jelantah masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna, salah satunya lilin aromaterapi,” jelas Monica.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan keterampilan baru yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Selain mengurangi limbah, kegiatan ini juga bisa menjadi keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan. Pesan utama yang ingin saya sampaikan kepada ibu-ibu adalah bahwa limbah rumah tangga sebenarnya masih bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai guna,” tambahnya.
Melalui program JELITA, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 173 berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Desa Sedayu, dapat semakin kreatif dalam memanfaatkan limbah rumah tangga. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama mahasiswa KKN dan peserta pelatihan sebagai bentuk kenang-kenangan atas pelaksanaan program JELITA di Desa Sedayu.
























