Tasikmalaya Kab— Sebanyak 102 kepala sekolah dan madrasah dari empat kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti Kursus Orientasi Singkat (KO) Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) yang dirangkaikan dengan pelantikan dan pengukuhan Ketua Mabigus, di GOR PGRI Sukaresik, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi Peraturan Bupati (Perbup) Tasikmalaya Nomor 128 Tahun 2026 tentang Penguatan Gerakan Pramuka.
Kegiatan yang digelar di GOR PGRI Kecamatan Sukaresik tersebut diselenggarakan secara kolaboratif oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Pagerageung, Sukaresik, Kadipaten, dan Jamanis. Para peserta merupakan kepala SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA yang mengemban tugas sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan di satuan pendidikan masing-masing.
Dari total 102 peserta, sebanyak 41 orang berasal dari Kwarran Pagerageung, 23 orang dari Kwarran Sukaresik, 10 orang dari Kwarran Jamanis, dan 28 orang dari Kwarran Kadipaten.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka, satuan pendidikan, dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan kepramukaan, khususnya di lingkungan sekolah dan madrasah.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, Kak H. E. Koswara, S.IP. Hadir pula Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Sukaresik, Kak Aan Budiman, AM.KG., S.Sos., serta para pengawas bina SD/MI dan SMP/MTs dari Kecamatan Pagerageung, Sukaresik, Kadipaten, dan Jamanis.

Mabigus Diminta Tidak Sekadar Menjadi Penonton
Dalam sambutannya, Kak Aan Budiman yang juga menjabat sebagai Camat Sukaresik menyampaikan pesan mewakili unsur Mabiran dari empat kecamatan. Ia menegaskan bahwa Ketua Mabigus memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembinaan dan keberlangsungan kegiatan kepramukaan di gugusdepan.
Menurutnya, kursus orientasi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk memahami tugas pokok dan fungsi Mabigus dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kepramukaan.
Ia mengingatkan agar para kepala sekolah yang menjadi Ketua Mabigus tidak hanya tercatat dalam struktur organisasi, tetapi terlibat aktif dalam menggerakkan kegiatan kepramukaan di satuan pendidikan masing-masing.
“Selamat mengikuti kursus. Buatlah manajemen gugusdepan bersama para pembina untuk mengaktifkan pola latihan,” tuturnya.
Perbup 128 Tahun 2026 Jadi Landasan Penguatan
Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, Kak H. E. Koswara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kepala sekolah yang telah berpartisipasi dalam Kursus Orientasi Mabigus.
Ia menilai keterlibatan para kepala sekolah merupakan bagian penting dalam mendukung penguatan Gerakan Pramuka, sejalan dengan terbitnya Perbup Tasikmalaya Nomor 128 Tahun 2026.
“Terima kasih, Kakak-kakak telah menjadi bagian dalam mendukung Peraturan Bupati untuk menguatkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Tasikmalaya. Semoga ilmu yang diperoleh dari para pelatih dapat direalisasikan di gugusdepan masing-masing,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Koswara juga menekankan pentingnya penataan peran dan tanggung jawab unsur pembimbing di setiap tingkatan organisasi Gerakan Pramuka.
Ia menyampaikan program Kwarcab agar para Camat selaku Ketua Mabiran melantik Majelis Pembimbing Desa (Mabisa), Kwarran melantik Mabigus, dan Ketua Mabigus melantik para pembina. Penegasan program tersebut diharapkan dapat memperjelas tanggung jawab masing-masing unsur dalam mendukung pembinaan kepramukaan.
Selain penguatan kelembagaan, ia mendorong para Ketua Mabigus agar memberikan dukungan kepada pembina gugusdepan untuk mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML).
Peningkatan kompetensi pembina dinilai penting agar kegiatan latihan kepramukaan berjalan lebih terarah, menarik, dan sesuai dengan tujuan pembentukan karakter peserta didik.
Kak Koswara juga mengajak gugusdepan di tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA untuk meningkatkan kontribusi terhadap Gerakan Pramuka di tingkat ranting. Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan untuk memperkuat keberlangsungan program pembinaan, mengingat kontribusi rutin yang selama ini berjalan dinilai masih didominasi gugusdepan SD/MI.
Peserta Dibekali Manajemen dan Fundamental Kepramukaan
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari para pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Sukapura Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya. Tim pelatih dikomandoi Kak Roni Noeroni selaku Kapusdik, Kak Dady King selaku Waka Bina Wasa dan korp pelatih dengan Kak Hj. Aam Rohamah, M.Si, sebagai pimpinan kursus.
Materi yang diberikan mencakup fundamental Gerakan Pramuka, Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, manajemen gugusdepan, serta peran, tugas, dan fungsi anggota dewasa dalam Gerakan Pramuka.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai kedudukan dan tanggung jawab Mabigus, Ketua Gugusdepan, serta pembina dalam menyusun dan melaksanakan program pendidikan kepramukaan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Sesi dinamika kelompok dimanfaatkan untuk membangun keakraban serta memperkuat komunikasi antarpeserta dari empat kecamatan.
Diskusi dan refleksi turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui proses ini, peserta diajak memahami prinsip, pendekatan, dan sistematika penyelenggaraan kegiatan kepramukaan yang efektif, sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diterapkan di gugusdepan masing-masing.
Setelah seluruh rangkaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penutupan serta pelantikan dan pengukuhan Ketua Mabigus pada pukul 16.00 WIB.
Kursus Orientasi Bangkitkan Semangat Menggiatkan Pramuka
Kesan positif disampaikan salah seorang peserta, Kak Dian Sudiana, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Belajar Kepala Satuan Pendidikan (KBKSP) Kecamatan Pagerageung. Mewakili peserta lainnya, ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru mengenai pengelolaan kepramukaan di satuan pendidikan.
“Awalnya saya menganggap kegiatan ini biasa-biasa saja. Namun, setelah mengikutinya, ternyata luar biasa. Banyak ilmu yang didapat dan menambah semangat dalam menggiatkan kepramukaan di gugusdepan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya pembekalan bagi para Ketua Mabigus agar memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai tanggung jawabnya dalam mendukung pembinaan karakter peserta didik melalui Gerakan Pramuka.
Melalui Kursus Orientasi Mabigus ini, empat Kwarran penyelenggara berharap para kepala sekolah dan madrasah semakin aktif mengambil peran dalam membangun tata kelola gugusdepan yang baik, memperkuat koordinasi dengan para pembina, serta memastikan kegiatan latihan berjalan secara rutin dan terencana.
Dukungan kepala sekolah sebagai Ketua Mabigus, peningkatan kompetensi pembina, dan partisipasi seluruh unsur satuan pendidikan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan kepramukaan yang aktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter.
Lebih dari sekadar kegiatan kursus dan pelantikan, agenda tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan semangat Perbup Tasikmalaya Nomor 128 Tahun 2026 ke dalam praktik pembinaan di sekolah dan madrasah.
Dengan komitmen bersama dari empat kwartir ranting, penguatan Gerakan Pramuka di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi hadir melalui kegiatan nyata yang berkelanjutan di setiap gugusdepan.
























