Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto melaksanakan tes urine terhadap warga binaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini sekaligus mendukung proses pengusulan integrasi. Kegiatan ini melibatkan jajaran Registrasi, Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), serta petugas klinik untuk memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan tertib dan sesuai prosedur, Selasa (15/9/2026).
Pelaksanaan tes urine menjadi salah satu bentuk pemeriksaan yang dilakukan dalam proses pengusulan hak integrasi warga binaan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi warga binaan sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan dan bahan pertimbangan dalam proses administrasi usulan integrasi. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.
Jajaran Registrasi berperan dalam proses administrasi dan pendataan warga binaan yang mengikuti pemeriksaan. Sementara itu, jajaran KPLP mendukung aspek pengamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Petugas klinik melaksanakan proses pemeriksaan tes urine dengan memperhatikan ketentuan dan prosedur yang berlaku sehingga kegiatan dapat berjalan secara terarah, aman, dan tertib.
Kasi Bimnadik Lapas Mojokerto, Anggi Fauzi, menyampaikan bahwa pelaksanaan tes urine menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung proses pengusulan integrasi warga binaan. “Pemeriksaan ini merupakan bagian dari deteksi dini sekaligus upaya memastikan proses pengusulan integrasi berjalan sesuai dengan ketentuan. Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara tertib dan objektif, kami dapat mendukung proses pemenuhan persyaratan warga binaan secara tepat dan akuntabel,” ujarnya.
Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, mendukung pelaksanaan tes urine sebagai langkah deteksi dini sekaligus bagian dari proses pengusulan integrasi warga binaan. “Pemeriksaan ini dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan untuk memastikan proses pengusulan integrasi berjalan tertib dan tepat sasaran,” tegasnya.
Hasil pemeriksaan tes urine menunjukkan seluruh warga binaan yang mengikuti pemeriksaan negatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Mojokerto dalam menjaga keamanan dan mendukung proses pemenuhan hak integrasi warga binaan secara tertib dan akuntabel.



















