Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kedelapan tentang kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan melepas sebanyak 300 ekor itik ke kandang pembesaran sebagai bagian dari pengembangan program peternakan yang memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan lapas. Selasa (28/07).
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa program peternakan itik merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan. ”Keberhasilan pembesaran itik ini merupakan hasil kerja sama antara petugas dan warga binaan yang secara konsisten merawat ternak sejak tahap penetasan hingga siap dipindahkan ke kandang pembesaran,”Jelas Arifin.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Bambang Budiantoro Hutabarat, mengatakan kegiatan pelepasan dilakukan oleh jajaran Lapas Mojokerto bersama warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian. Sebelum dipindahkan ke kandang pembesaran, ratusan bibit itik telah melalui proses pemeliharaan secara intensif hingga mencapai usia dan kondisi yang siap dibesarkan.
Program ini menjadi bentuk pembinaan produktif yang tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang peternakan. “Program ini merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kedelapan tentang kemandirian pangan. Melalui kegiatan peternakan, kami ingin membangun keterampilan warga binaan sekaligus mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki lapas agar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Bambang.
Ke depan, Lapas Mojokerto akan terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga peternakan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pembinaan yang produktif, meningkatkan kemandirian warga binaan, serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
























