Malang – Tim Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur turun langsung mendampingi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Raharja di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, untuk membenahi tata kelola kelembagaan yang selama ini dinilai belum tertata. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026 ini mengusung tema “Transformasi Tata Kelola dan Digitalisasi Pelaporan Keuangan Berbasis Aplikasi PKN-STAN dalam Mewujudkan BUMDes Raharja yang Akuntabel dan Berkelanjutan.”
Pendampingan ini dilaksanakan sebagai respons atas ditemukannya beberapa permasalahan dalam tata kelola kelembagaan BUMDes Raharja, seperti pembagian tugas yang tidak jelas antar pengurus, tumpang tindih fungsi masing-masing organ kelembagaan, serta belum tersusunnya uraian tugas yang menjadi pedoman pelaksanaan kerja. Kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas pengelolaan organisasi sekaligus menghambat pengembangan unit usaha BUMDes.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tim pengabdian karena dapat memengaruhi efektivitas tata kelola BUMDes. Oleh karena itu, pendampingan difokuskan pada penataan struktur kelembagaan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa. Melalui pendampingan ini, pengurus diberikan pemahaman mengenai pembagian fungsi dan tanggung jawab organ BUMDes yang terdiri atas penasihat, pengawas, dan pelaksana operasional, sehingga setiap unsur dapat menjalankan perannya secara jelas, profesional, serta mendukung terwujudnya tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Menjawab persoalan tersebut, Arum Indiharwati, S.ST., M.SEI. sebagai bagian dari tim pengabdian dosen bersama mahasiswa Ekonomi Pembangunan, yakni Mochamad Alfian Aleandro dan Revalin Bintang Wahyu Devinata, memberikan pendampingan kepada pengurus BUMDes Raharja melalui sosialisasi penguatan kelembagaan sekaligus pelatihan penggunaan aplikasi pelaporan keuangan berbasis PKN-STAN.
“Banyak BUMDes sulit berkembang bukan karena tidak memiliki potensi usaha, melainkan karena tata kelolanya yang belum tertata secara rapi. Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan BUMDes Raharja memiliki struktur yang jelas sehingga tidak ada peran tumpang tindih dalam operasional harian. Hal ini diharapkan mampu membuat BUMDes Raharja siap melangkah menjadi badan usaha desa yang mandiri, akuntabel, dan berdaya saing ” ungkap Arum Indiharwati, S.ST., M.SEI. pada Jumat, 10 Juli 2026.
Melalui pendampingan ini, tim UPN “Veteran Jawa Timur berharap BUMDes Raharja mampu menerapkan tata kelola yang baik dengan mengedepankan enam prinsip penentu efektivitas kelembagaan, yakni kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Dengan struktur organisasi yang jelas, pembagian tugas yang terarah, serta sistem pelaporan keuangan yang lebih tertib, diharapkan BUMDes Raharja dapat meningkatkan kinerja organisasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian desa.

Untuk mengukur efektivitas pendampingan, tim juga menyelenggarakan pre test sebelum sesi sosialisasi dan post test setelah seluruh materi disampaikan, guna melihat sejauh mana pemahaman pengurus BUMDes Raharja terhadap struktur kelembagaan dan pembagian tugas dalam BUMDes meningkat setelah mengikuti kegiatan ini.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan pendampingan. Pengurus BUMDes mulai memahami perbedaan peran antara penasihat, pengawas, dan pelaksana operasional, sekaligus pentingnya pembagian tugas yang jelas dalam mendukung efektivitas pengelolaan organisasi. Selain itu, sesi diskusi yang berlangsung secara interaktif memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam menjalankan BUMDes, sehingga solusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Banyak hal yang tidak kami temui saat di perkuliahan misalnya bagaimana cara menjelaskan struktur organisasi BUMDes dengan bahasa yang mudah dipahami bagi pengurus desa, pengalaman ini membuat kami paham bahwa regulasi sebaik apa pun perlu diterjemahkan secara sederhana agar benar-benar bisa diterapkan di lapangan” ujar Alfian, mahasiswa Ekonomi Pembangunan UPN “Veteran” Jawa Timur.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya mendukung pelaksanaan program pengabdian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang memperkuat kompetensi akademik melalui pengalaman langsung di masyarakat. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam praktik pendampingan, sekaligus melatih kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa.
Sebagai tindak lanjut, tim merekomendasikan enam langkah penataan kepada pengurus BUMDes Raharja yakni menyelenggarakan Musyawarah Desa penataan ulang struktur organ, menyusun AD/ART sebagai pedoman tugas dan wewenang tertulis, memisahkan tiga organ secara definitif, menyusun SOP keuangan dan rencana kerja tahunan, membangun mekanisme pelaporan berkala yang terdigitalisasi, serta mendorong registrasi badan hukum BUMDes sesuai ketentuan PP No. 11/2021 di Kementerian Hukum dan HAM.
“Kami berharap kelembagaan dan digitalisasi pelaporan ini tidak berhenti di forum sosialisasi hari ini, tetapi terus dijalankan oleh pengurus dan diawasi bersama oleh masyarakat, sehingga BUMDes Raharja benar-benar tumbuh menjadi penggerak ekonomi desa yang dipercaya warganya.” kata Reva, mahasiswa Ekonomi Pembangunan UPN “Veteran” Jawa Timur, menutup rangkaian pendampingan.
Program pendampingan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-16, yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan tata kelola dan akuntabilitas lembaga ekonomi di tingkat desa. Kegiatan ini juga relevan dengan SDGs ke-8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena BUMDes yang dikelola secara profesional dan transparan berpotensi lebih optimal menggerakkan roda ekonomi desa dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta SDGs ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan pengurus BUMDes.
Kegiatan pendampingan tata kelola kelembagaan BUMDes Raharja ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh UPN “Veteran” Jawa Timur, sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong penguatan ekonomi dan kelembagaan desa.
(Penulis: Arum Indiharwati, S.ST., M.SEI., Mochamad Alfian Aleandro,dan Revalin Bintang Wahyu Devinata adalah Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur serta Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jawa Timur)























