JAKARTA — Pekerjaan fisik pembangunan stasiun bawah tanah MRT Jakarta Fase 2A (Paket Kontrak CP203) terus dipacu di depan gerbang kawasan Pasar Glodok, Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (18/10/2026). Proyek strategis transportasi massal ini tetap beroperasi intensif di balik barikade pembatas jalan guna mengejar target penyelesaian koridor Bundaran HI–Kota.
Pantauan di lokasi melalui celah pagar pembatas proyek pada Minggu siang, aktivitas pekerja berlangsung teratur di atas landasan beton proyek yang berdebu. Seorang pekerja berhelm oranye dan berseragam lengan panjang jingga tampak memikul dua batang balok kayu penyangga di pundak kanan, sembari menjinjing karung semen material di tangan kirinya dengan sepatu bot karet kuning pelindung kerja.
Tepat di belakangnya, pekerja lain memikul sekop menuju area penggalian struktur, sementara petugas berompi keselamatan mengawasi manuver alat di dekat pembatas terpal biru. Di bagian atas area kerja, lengan derek (boom crane) raksasa berputar perlahan mengarahkan blok katrol gantung bercorak merah-putih dengan kait kuning untuk memindahkan material rangka baja ke mulut galian bawah tanah.
Deretan kerucut pembatas lalu lintas (traffic cone) oranye berjejer memisahkan zona kerja alat berat dengan akses pejalan kaki dan kendaraan lokal di depan pertokoan elektronik Glodok. Rekayasa lalu lintas satu arah di Jalan Gajah Mada menuju kawasan Kota Tua terpantau padat merayap imbas penyempitan lajur akibat penempatan dinding pembatas proyek MRT.
Manajemen PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor pelaksana konsorsium Sumitomo Mitsui Construction Company–Wijaya Karya (SMCC-WIKA JO) menempatkan Stasiun Glodok sebagai salah satu stasiun bawah tanah bertingkat (multi-level underground station) yang terhubung langsung dengan Stasiun Kota dan Halte Transjakarta Glodok. Pengerjaan struktur sipil di titik ini ditargetkan tuntas guna memulihkan kembali kapasitas penuh badan jalan protokol Gajah Mada–Hayam Wuruk.

























