JAKARTA, 18 OKTOBER 2026 — Aktivitas seorang pedagang bunga terlihat di pinggir jalan pada malam hari. Seorang perempuan berjilbab biru muda tampak duduk di dekat tangga sambil memegang telepon genggam. Di hadapannya, sejumlah buket bunga berwarna-warni tersusun di dalam ember yang diletakkan di atas trotoar. Bunga-bunga tersebut menjadi daya tarik di tengah suasana malam dengan pencahayaan lampu jalan dan bangunan di sekitarnya.
Berdasarkan hasil observasi visual, pedagang tersebut menjual berbagai buket bunga yang dibungkus menggunakan plastik bening. Bunga yang terlihat memiliki warna beragam, seperti putih, merah muda, kuning, ungu, dan merah. Buket-buket tersebut diletakkan di dalam ember berwarna hijau dan biru agar tersusun rapi serta mudah terlihat oleh calon pembeli.
Di sekitar lokasi tampak tangga dengan pegangan besi, pembatas berwarna biru, serta permukaan trotoar yang terlihat mengilap. Beberapa barang lain, seperti kantong plastik, wadah berwarna merah, dan terpal biru, juga berada di dekat pedagang. Suasana yang gelap dengan cahaya lampu di sekitarnya menunjukkan bahwa aktivitas tersebut berlangsung pada malam hari.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kegiatan berjualan bunga, pewawancara melakukan wawancara dengan pedagang bunga tersebut. Wawancara ini membahas pengalaman berjualan, jenis bunga yang diminati pembeli, serta kendala yang dihadapi selama menjalankan usaha.
Ketika ditanya sejak kapan mulai berjualan bunga, narasumber menjelaskan bahwa dirinya telah menjalani usaha tersebut selama tiga tahun. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan narasumber dalam menjalankan kegiatan perdagangan bunga di lingkungan perkotaan.
Pewawancara kemudian menanyakan jenis bunga yang paling sering dibeli pelanggan. Narasumber menjelaskan bahwa bunga daisy merupakan salah satu bunga yang paling sering dibeli. Bunga tersebut memiliki tampilan yang menarik dengan kelopak yang tersusun mengelilingi bagian tengahnya. Dalam lapak yang terlihat pada foto, berbagai buket bunga dengan warna berbeda ditata berdampingan sehingga memberikan pilihan bagi calon pembeli.
Selanjutnya, pewawancara menanyakan kendala yang paling sering dihadapi selama berjualan. Narasumber menjelaskan bahwa cuaca hujan dapat menjadi tantangan karena bunga berisiko terkena air dan kualitasnya dapat menurun. Selain itu, jumlah pembeli tidak selalu ramai setiap hari. Bunga daisy dan jenis bunga lainnya perlu dijaga agar tetap segar dan menarik. Apabila bunga tidak segera terjual, terdapat kekhawatiran bunga akan layu sehingga kurang diminati pembeli.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, kegiatan berjualan bunga di pinggir jalan memperlihatkan salah satu bentuk usaha perdagangan skala kecil di lingkungan perkotaan. Pedagang perlu menata bunga agar terlihat menarik sekaligus menjaga kualitasnya supaya tetap layak dijual. Pengalaman berjualan selama tiga tahun juga menunjukkan bahwa usaha tersebut telah dijalankan dalam kurun waktu yang cukup lama, meskipun tantangan seperti perubahan cuaca dan jumlah pembeli tetap dapat terjadi.
Keberadaan pedagang bunga di ruang tepi jalan juga memperlihatkan bagaimana area perkotaan dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat. Di tengah suasana malam, buket bunga yang berwarna-warni tampak menonjol dibandingkan lingkungan sekitarnya. Penataan bunga di dalam ember menjadi bagian penting dari tampilan lapak yang sederhana.
Dari hasil pengamatan dan wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas pedagang bunga tidak hanya berkaitan dengan penjualan, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kualitas barang dagangan dan kondisi lingkungan. Pengalaman selama tiga tahun, tingginya minat pembeli terhadap bunga daisy menurut keterangan narasumber, serta kendala cuaca dan penjualan yang tidak menentu memberikan gambaran mengenai dinamika usaha tersebut. Dokumentasi ini menjadi potret sederhana tentang kegiatan ekonomi masyarakat yang berlangsung di sudut perkotaan Jakarta.





















