Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada Persija Jakarta menyusul insiden kericuhan dalam pertandingan melawan Persita Tangerang. Berdasarkan pemberitaan Kompas TV dan IDN Times pada 21 Oktober 2026, Persija tidak mendapatkan sanksi pengurangan poin, tetapi harus menerima hukuman berupa larangan suporter menghadiri pertandingan tandang selama setengah musim kompetisi Super League.
Salah satu sanksi utama yang diberikan kepada Persija adalah larangan bagi suporternya, The Jakmania, untuk mendampingi tim dalam pertandingan tandang selama setengah musim. Keputusan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, dalam konferensi pers di kantor I.League pada Rabu, 21 Oktober 2026. Sanksi ini diberikan sebagai tindak lanjut atas insiden yang terjadi dalam pertandingan Persija melawan Persita Tangerang.
Selain larangan tandang, Persija juga dikenai denda sebesar Rp90 juta. Berdasarkan laporan IDN Times, denda tersebut terdiri atas Rp30 juta akibat keributan suporter dan Rp60 juta karena penyalaan suar atau flare di dalam stadion. Hukuman tersebut menjadi bagian dari tindakan disiplin terhadap klub setelah terjadinya insiden dalam pertandingan.
Persita Tangerang juga menerima sanksi dari Komdis PSSI. Suporter Persita dilarang menghadiri pertandingan tandang ketika timnya menghadapi Persija, sedangkan panitia pelaksana pertandingan Persita dikenai denda sebesar Rp40 juta. Denda tersebut diberikan karena panitia dinilai gagal menjalankan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban pertandingan.
Dengan keputusan tersebut, Persija tidak mendapatkan hukuman pengurangan poin seperti yang sebelumnya menjadi perbincangan. Meski demikian, klub tetap harus menerima konsekuensi berupa denda finansial dan pembatasan kehadiran suporter dalam pertandingan tandang. Kejadian ini menjadi pengingat bagi klub, panitia pelaksana, dan suporter untuk menjaga ketertiban serta keamanan dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola.























