Bagi Putra, Synchronize Fest bukan sekadar festival musik tahunan, melainkan ruang untuk menikmati beragam genre musik, kolaborasi antarmusisi, hingga pesan sosial yang disampaikan melalui penampilan di atas panggung.
Putra menilai Synchronize Fest memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan festival musik lain di Jakarta, seperti The Sounds Project dan Pestapora. Salah satu hal yang membuatnya tertarik adalah deretan penampil dan kolaborasi musisi yang jarang ditemukan di panggung lain.
Tak hanya soal musik, Putra juga mengapresiasi kehadiran Sumber Mata Air, fasilitas isi ulang air minum yang memungkinkan pengunjung membawa tumbler sendiri. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi nilai tambah karena memberikan kemudahan bagi pengunjung selama festival berlangsung.
Synchronize Fest juga menarik perhatiannya melalui pesan sosial yang diangkat dalam penyelenggaraan tahun ini, termasuk isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pesan tersebut turut disuarakan melalui penampilan para musisi.
Sejumlah penampilan menjadi bagian yang paling dinantikan Putra, mulai dari Fstvlst, kolaborasi Reality Club dengan Phum Viphurit, The Best of 90s, Indonesian Pop Kreatif, hingga kolaborasi girl group era 2010-an.
Namun, penampilan yang paling ditunggu Putra adalah Hindia dengan Post-Order Set. Sebagai penggemar Hindia, ia menilai set spesial tersebut menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan pertunjukan Hindia pada umumnya.
Bagi Putra, perpaduan musik, kolaborasi, fasilitas pengunjung, dan pesan sosial itulah yang membuat Synchronize Fest memiliki daya tarik tersendiri.

























