Tangerang Selatan – Air bersih adalah kebutuhan dasar yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap orang mulai dari minum, memasak, mencuci, mandi, dan lain sebagainya. Kualitas air yang baik seharusnya jernih, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Namun tidak semua lokasi memiliki kualitas air yang baik; di sejumlah wilayah, kualitas air bersih masih menjadi persoalan, antara lain air yang berbau, berwarna keruh, dan berasa tidak sedap.
Menyikapi permasalahan tersebut, Kelompok 4 Kelas 05TIDE004 Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertajuk “Panduan Rutin Perawatan dan Pembersihan Filter Air Paralon Agar Awet”. Kegiatan yang dilaksanakan pada [Isi Hari, Tanggal Pelaksanaan] ini berlokasi di balai warga RW 03, Komplek Perumahan Pondok Bahar Permai, Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, dan diikuti oleh sekitar 25 peserta. Melalui kegiatan ini, warga dibekali pemahaman mengenai solusi filter air berbahan paralon yang murah, mudah dibuat, dan dapat dirawat sendiri secara optimal agar tahan lama.
Dalam kegiatan tersebut, Hidayatul Umam selaku pemateri dari Kelompok 4 memaparkan materi mengenai pentingnya perawatan berkala. Ia menjelaskan bahwa media penyaring seperti kain, kerikil, ijuk, zeolit, silika, karbon aktif, dan kapas lama-kelamaan akan tertutup kotoran. Jika dibiarkan, aliran air akan melambat dan kualitas air akan menurun kembali. Pembersihan rutin disarankan setiap 1–2 minggu sekali saat debit air mulai mengecil dengan metode backwash (mengalirkan air dari arah sebaliknya) hingga air buangan jernih. Sementara itu, pembersihan total disarankan setiap 3–6 bulan sekali dengan mengeluarkan dan mencuci seluruh media penyaring satu per satu.
Langkah-Langkah Pembersihan Media Penyaring Air:
· Saringan Kain: Kucek kain untuk menghilangkan kotoran atau lumut. Segera ganti dengan kain baru jika sudah robek atau berkerak parah.
· Kerikil: Rendam dan aduk di dalam air bersih, buang air cucian yang keruh, lalu ulangi proses ini beberapa kali hingga air bilasan benar-benar jernih.
· Zeolit: Bilas dengan air bersih untuk merontokkan kotoran yang menempel. Zeolit berfungsi menyerap zat kapur atau mineral tertentu dan memiliki titik jenuh, sehingga pastikan dicuci sampai bersih.
· Ijuk: Rendam dan bilas di bawah air mengalir. Pastikan seluruh lumpur dan lumut yang terselip di serat ijuk terlepas sempurna.
· Silika: Rendam dan aduk menggunakan air bersih, buang air cucian yang keruh, dan bilas berulang kali hingga airnya jernih.
· Karbon Aktif: Bilas secara perlahan dan jangan disikat terlalu keras agar butirannya tidak hancur. Cuci terus hingga intensitas air yang berwarna hitam berkurang.
· Pipa Paralon: Sikat bagian dalam pipa menggunakan sikat pipa panjang berbulu fleksibel untuk menjangkau seluruh dinding paralon, lalu bilas dengan air mengalir.
Tips Agar Filter Air Paralon Awet:
· Gunakan jadwal perawatan tertulis dan tunjuk salah satu anggota keluarga sebagai penanggung jawab berkala.
· Jaga kebersihan area sekitar filter air agar tidak licin, becek, atau ditumbuhi lumut.
· Periksa seluruh sambungan pipa secara berkala untuk mendeteksi dan mencegah kebocoran sejak dini.
· Pastikan bahan media penyaring yang digunakan selalu bersih dan disusun sesuai dengan urutan pemasangan yang benar.
· Khusus untuk kebutuhan air minum, air harus tetap dimasak hingga mendidih sebelum dikonsumsi karena filter paralon sederhana ini tidak menjamin air bebas dari kuman atau bakteri.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Tim PKM berharap agar warga tidak hanya mampu membuat filter air secara mandiri, tetapi juga disiplin dalam merawatnya sehingga manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang. Kebiasaan merawat filter secara rutin ini diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dan disebarluaskan kepada tetangga sekitar. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab serta praktik langsung pencucian filter air, di mana para warga terlihat sangat antusias menyaksikan demonstrasi yang diperagakan oleh pemateri dan rekan-rekan mahasiswa.
Asep, Fauzan, Umam, Rizal, Subaah



















