Jeneponto, September 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja “Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Waste to Energy) sebagai Bahan Baku Briket Bahan Bakar Alternatif Desa” di Desa Lebang Manai, Kabupaten Jeneponto.
Program kerja ini diinisiasi oleh Ismail Fadhilah Ibrahim, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk kontribusi dalam memanfaatkan potensi limbah pertanian yang terdapat di Desa Lebang Manai.
Program tersebut berangkat dari hasil observasi mahasiswa selama berada di desa. Limbah tongkol jagung masih banyak ditemukan dibuang di sepanjang jalan maupun di area perkebunan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa limbah pertanian yang sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan masih belum dikelola secara optimal.
Melihat permasalahan tersebut, Ismail mengembangkan inovasi sederhana dengan mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif. Pemanfaatan ini diharapkan dapat mengubah limbah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Proses pembuatan briket dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan dan pengeringan tongkol jagung, proses karbonisasi untuk menghasilkan arang, penghalusan arang, pencampuran dengan perekat tepung tapioka, pencetakan, hingga pengeringan briket.
Selain menjadi alternatif pemanfaatan limbah, program ini juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai pengolahan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bernilai. Dalam jangka panjang, briket tongkol jagung berpotensi dikembangkan sebagai produk alternatif yang dapat mendukung pemanfaatan sumber daya lokal Desa Lebang Manai.
Ismail berharap program kerja ini tidak hanya berhenti pada pelaksanaan KKN, tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat desa. “Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tongkol jagung yang selama ini hanya dibuang dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai guna,” ujarnya.
Program kerja tersebut juga menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan dengan mengintegrasikan aspek manajemen, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal dalam menjawab permasalahan yang ada di masyarakat.
Melalui kegiatan KKN Tematik Gelombang 116, Universitas Hasanuddin terus mendorong mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam menemukan solusi atas berbagai permasalahan di masyarakat. Pemanfaatan limbah tongkol jagung di Desa Lebang Manai diharapkan menjadi langkah sederhana menuju pengelolaan limbah pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan arahan DPK Ilham Syarif, S.Pt., M.Si. Ismail Fadhilah Ibrahim berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah tongkol jagung menjadi briket arang yang dapat dijadikan bahan bakar alternatif desa.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala Desa Lebang Manai, Bapak Herman, S.P.d, Sekretaris Desa Lebang Manai, Bapak Jamaluddin, S.P., DPK Ilham Syarif, S.Pt., M.Si., serta seluruh warga Desa Lebang Manai atas dukungan dan partisipasinya sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.






















