Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen memberikan pembinaan kepribadian kepada warga binaan melalui kegiatan kerohanian sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Buddha sebagai bagian dari upaya membangun karakter dan meningkatkan kualitas spiritual.
Kegiatan pembinaan kerohanian ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memperdalam pemahaman ajaran Buddha, menenangkan pikiran, serta melakukan refleksi diri. Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai positif seperti kedamaian, kesabaran, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama.
Pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan perilaku selama menjalani masa pembinaan. Nilai-nilai yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan sesama warga binaan maupun dalam mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Herisistam, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan mental warga binaan.
“Setiap warga binaan memiliki hak untuk menjalankan ibadah dan memperoleh pembinaan kerohanian sesuai agama yang dianutnya. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu warga binaan memperkuat nilai-nilai spiritual, memperbaiki diri, serta menumbuhkan sikap yang lebih baik sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Herisistam.
Rutan Bengkulu akan terus mendukung kegiatan pembinaan kerohanian secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan warga binaan dari berbagai latar belakang agama. Pelaksanaan pembinaan yang inklusif diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang saling menghormati, menjaga kerukunan, dan mendukung proses pembinaan secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, Rutan Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkesinambungan, sehingga warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan nilai-nilai positif, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
























