Demak – Tim KKN UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan sosialisasi bank sampah di SDN Kendaldoyong 2, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membiasakan pengelolaan sampah sejak dini.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan konsep bank sampah serta pentingnya melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang atau dikelola lebih lanjut.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang perlu ditangani secara bersama-sama. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan lingkungan menjadi kotor, menimbulkan bau tidak sedap, menyumbat saluran air, serta berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan dan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, pemateri menjelaskan bahwa sampah dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama, yaitu sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup dan mudah terurai secara alami. Contohnya adalah sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, rumput, dan ranting. Sampah organik dapat dimanfaatkan kembali dengan cara diolah menjadi kompos atau pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman.
Selanjutnya, siswa diperkenalkan dengan sampah anorganik, yaitu sampah yang umumnya sulit terurai secara alami, tetapi sebagian dapat digunakan kembali maupun didaur ulang. Contohnya adalah botol plastik, gelas plastik, kardus, kertas, kaleng, botol kaca, serta berbagai kemasan makanan dan minuman. Jenis sampah inilah yang memiliki potensi untuk dikumpulkan dan dimanfaatkan dalam kegiatan bank sampah.
Sementara itu, sampah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun merupakan jenis sampah yang membutuhkan penanganan khusus karena dapat membahayakan manusia maupun lingkungan. Contohnya antara lain baterai bekas, lampu atau neon bekas, obat-obatan kedaluwarsa, serta wadah atau kemasan bahan kimia tertentu. Pemateri mengingatkan siswa agar sampah B3 tidak dicampur dengan sampah rumah tangga biasa.
Selain memberikan materi, Tim KKN juga mengajak siswa melakukan praktik sederhana memilah sampah. Siswa diberikan beberapa contoh sampah dan diminta untuk menentukan jenis serta tempat pengelolaan yang sesuai. Kegiatan tersebut berlangsung secara interaktif dan menyenangkan sehingga siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah.
Pemateri juga menjelaskan mengenai konsep bank sampah, yaitu sistem pengelolaan sampah dengan cara mengumpulkan, memilah, dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi. Sampah yang telah dipilah, terutama sampah anorganik yang dapat didaur ulang, dapat dikumpulkan dan disetorkan kepada bank sampah untuk dikelola lebih lanjut.
Melalui konsep tersebut, siswa diajarkan bahwa sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus langsung dibuang. Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di lingkungan.
Guru SDN Kendaldoyong 2 menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Tim KKN UIN Walisongo Semarang. Edukasi mengenai pengelolaan sampah dinilai penting karena kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah perlu ditanamkan sejak usia sekolah
“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Semoga setelah kegiatan ini anak-anak dapat membiasakan diri memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar dyah.
Respon antusias juga disampaikan langsung oleh para siswa SDN Kendaldoyong 2 yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mereka mengaku sangat senang bisa belajar langsung mengenai cara pemilahan sampah.
“Seru banget bisa belajar memilih sampah bareng kakak-kakak KKN. Sekarang kami jadi tahu kalau botol plastik dan sisa makanan tempat sampahnya berbeda. Nanti di rumah dan di kelas kami mau belajar memisahkan sampah supaya sekolah dan rumah tetap bersih,” ujar Adiba, salah satu siswa SDN Kendaldoyong 2, dengan penuh semangat.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa. Antusiasme terlihat ketika siswa mengikuti praktik pemilahan sampah serta menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.
Di akhir kegiatan, siswa kembali diingatkan mengenai pentingnya menerapkan kebiasaan memilah sampah dari sumbernya, membuang sampah pada tempat yang sesuai, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan.
Melalui kegiatan sosialisasi bank sampah ini, Tim KKN UIN Walisongo Semarang berharap dapat menanamkan kesadaran peduli lingkungan kepada siswa SDN Kendaldoyong 2 sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah edukatif dalam membentuk generasi yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dengan pemahaman mengenai jenis dan pengelolaan sampah, siswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam mengurangi permasalahan sampah serta mengajak orang-orang di sekitarnya untuk menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.

























