BABATAN/SEKARBAGUS/SUGIO/LAMONGAN – Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai “Merdeka!” kembali menggema di jalanan Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Dalam rangka memeriahkan Festival Karnaval HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 (Babatan Carnival 2026) pada Selasa, 25 Agustus 2026, warga setempat kembali menyuguhkan kreativitas tingkat tinggi. Tahun ini, RT. 01 tampil paling memukau dan secara resmi mempertahankan gelar JUARA 1 lewat drama kolosal epik bertajuk “Mahabarata: Terbunuhnya Pangeran Duryudana dan Patih Sengkuni”. Lebih dari 100 warga bergerak kompak mengubah jalanan desa menjadi medan perang Kurusetra yang megah, membuktikan bahwa gotong royong dan cinta budaya adalah kunci kemenangan sejati.
Drama Kolosal Mahabarata yang Menghidupkan Perang Baratayudha
Inti dari kemenangan RT. 01 adalah keberanian dan eksekusi apik dalam mengangkat kisah epik Nusantara-India, “Mahabarata”. Berbeda dengan peserta lain, RT. 01 mengemas karnaval ini sebagai drama kolosal berjalan yang menceritakan klimaks Perang Baratayudha. Sejak start hingga finish, peserta tidak hanya berjalan, tetapi menampilkan adegan perang penuh penghayatan yang diiringi musik dan lagu peperangan yang menggetarkan. Kostum yang dikenakan dibuat sangat detail dan megah, menyesuaikan karakter masing-masing tokoh, sehingga mampu membawa juri dan penonton masuk ke dalam atmosfer medan perang yang sesungguhnya.

Sinergi 100+ Warga, Para Bintang Panggung, dan Tim Kreatif
Kesuksesan spektakuler ini tidak lepas dari totalitas seluruh elemen RT. 01. Di atas panggung jalanan, mereka diperkuat oleh para pemeran utama yang tampil total:
* Linda sebagai Dewi Kunti (sosok ibu bijaksana)
* Chelsea sebagai Dewi Drupadi (lambang ketegaran)
* Aziz Syaputra sebagai Bima (gagah dan penuh tenaga)
* Rizal sebagai Yudistira (pemimpin arif)
* Habib sebagai Arjuna (pemanah ulung)
* Farori sebagai Nakula & Prayit sebagai Sadewa
* Aldi sebagai Duryudana (antagonis angkuh) & Subur sebagai Sengkuni (dalang licik)

Di balik layar, Pakde Towo sebagai Sutradara dan Moch Faisal sebagai Penata Aransemen Musik/Suara berhasil meramu ratusan warga menjadi satu pertunjukan utuh. Penilaian dilakukan oleh 3 Juri independen yang memberikan skor telak: Juri 1 (415), Juri 2 (459), dan Juri 3 (447), menghasilkan rata-rata nilai 440 yang mengantar RT. 01 ke podium tertinggi.
Selasa Siang di Jalanan Dusun Babatan
Perhelatan akbar ini berlangsung tepat pada Selasa siang, 25 Agustus 2026, di mana matahari menyinari jalanan utama Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Waktu siang hari dipilih untuk memaksimalkan pencahayaan alami yang membuat detail kostum dan ekspresi para pemain terlihat jelas oleh ribuan penonton yang memadati pinggir jalan. Lokasi rute karnaval yang melintasi pusat keramaian warga memastikan bahwa pesan dan pertunjukan ini dinikmati langsung oleh masyarakat, menciptakan interaksi yang hidup dan meriah.
Membuktikan Kekompakan dan Melestarikan Budaya Lewat Karya
Mengapa RT. 01 memilih tema Mahabarata yang sangat kompleks? Karena mereka ingin membuktikan bahwa karnaval desa bukan sekadar pawai kostum, melainkan media pelestarian budaya dan edukasi moral. Kisah “Terbunuhnya Duryudana dan Sengkuni” dipilih untuk menyampaikan pesan tajam: memusuhi sifat adu domba, hasutan, dan perpecahan di tengah masyarakat. Di sisi lain, persiapan yang memakan waktu berbulan-bulan bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Kemenangan ini menjadi validasi bahwa dengan semangat gotong royong, warga Babatan mampu menghasilkan karya seni yang tidak kalah megah dengan panggung profesional.
Bagaimana (How): Dari Latihan Matang Hingga Pidato Rendah Hati sang Juara
Bagaimana RT. 01 bisa meraih predikat Juara 1? Melalui persiapan dan latihan yang matang. Ratusan warga berlatih mengatur blocking, ekspresi, dan sinkronisasi gerakan agar selaras dengan musik peperangan yang digarap Moch Faisal. Saat hari H, mereka tampil tanpa cela, dengan setiap tokoh menunjukkan karakternya secara maksimal.
Usai pengumuman kemenangan, Ketua RT. 01 menyampaikan sambutan yang haru dan merendah:
“Terima kasih atas kerja keras seluruh warga RT 01 dari awal persiapan hingga hari ini. Atas kekompakan, kerja sama, dan semangat yang tidak pernah padam. Alhamdulillah RT 01 bisa mempertahankan Juara. Semua ini atas dukungan warga RT 01. Tapi ingat, jangan sombong. Mari kita jadikan kemenangan ini sebagai pelecut untuk terus berbuat lebih baik untuk Dusun Babatan.”
Juara di Lapangan, Juara di Hati Warga
Kemenangan RT. 01 dalam Babatan Carnival 2026 bukan sekadar tentang piala atau angka 440 yang tertera di papan skor. Ini adalah monumen nyata bahwa semangat kompak, gotong royong, dan cinta budaya mampu menghidupkan kembali kisah epik Mahabarata di tengah desa. Selamat untuk RT. 01 Dusun Babatan! Kalian telah membuktikan bahwa kreativitas warga desa mampu menggetarkan hati, mempertahankan gelar juara, dan memberikan persembahan terbaik untuk HUT RI ke-81. Juara di lapangan, juara di hati warga! 🇮🇩

























