Bengkulu – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan serta memperkuat koordinasi dengan pihak penyedia layanan kesehatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menjalin kerja sama dengan Kimia Farma melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan menggunakan alat Quantum Resonance Magnetic Analyzer.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, khususnya bagi pegawai yang menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari di lingkungan Rutan Bengkulu. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh informasi awal mengenai kondisi tubuh yang dapat menjadi bahan perhatian untuk menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup yang lebih baik.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi dengan pihak eksternal dalam mendukung perhatian terhadap kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dan kerja sama yang positif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan kerja.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Herisistam, menyampaikan bahwa kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pelaksanaan tugas secara optimal. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan perlu dibangun melalui kebiasaan menjaga pola hidup sehat serta pemeriksaan medis yang sesuai dengan kebutuhan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong seluruh pegawai agar semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya. Kami juga berharap koordinasi dengan Kimia Farma dapat terus terjalin dengan baik sehingga upaya peningkatan kesadaran kesehatan di lingkungan Rutan Bengkulu dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Herisistam.
Rutan Bengkulu berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan serta memperkuat sinergi dengan pihak terkait. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, pegawai diharapkan dapat menjalankan tugas pelayanan, pembinaan, dan pengamanan secara optimal.
Sebagai catatan, hasil dari alat Quantum Resonance Magnetic Analyzer sebaiknya dipahami sebagai informasi awal, bukan sebagai diagnosis medis yang telah terkonfirmasi. Apabila terdapat keluhan atau hasil yang mengkhawatirkan, pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis dengan metode klinis yang sesuai tetap diperlukan.


















