Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Mengapa Sistem Tinggal Kelas Perlu Dipertimbangkan Kembali? Ini Catatan untuk Pendidikan di Lamongan

Sami'an by Sami'an
9 October 2026
in Pendidikan
A A
0
FB IMG 1791471321924
851
SHARES
1.2k
VIEWS

LAMONGAN — Rencana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk membuka kembali ruang penerapan sistem tinggal kelas atau retensi bagi siswa yang belum memenuhi standar kenaikan kelas kembali memunculkan perdebatan di tengah masyarakat pendidikan.

Perlu ditegaskan, sistem tinggal kelas tersebut saat ini masih berada pada tahap rencana atau wacana dan belum menjadi ketentuan baru yang otomatis berlaku di seluruh satuan pendidikan. Karena itu, pembahasan mengenai kebijakan tersebut penting ditempatkan sebagai bahan kajian dan masukan sebelum pemerintah mengambil keputusan final mengenai mekanisme penerapannya.

Di Lamongan, rencana tersebut menarik perhatian karena kondisi satuan pendidikan sangat beragam. Ada sekolah dengan jumlah peserta didik besar dan sumber daya relatif kuat, tetapi ada pula sekolah dan madrasah swasta di tingkat desa atau kampung yang harus bertahan dengan jumlah murid terbatas serta menghadapi persaingan antarlembaga pendidikan.

Baca Juga

1000641791 100kb

Cerita dan Harapan dalam Satu Dinding, Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Memory Wall Bersama PM PPS Margo Widodo

9 October 2026
IMG 20261008 WA0018

KPM Kelompok 11 UIN Sultanah Nahrasyiah Laksanakan Program Pengadaan Tong Sampah dalam Mendukung Kesiapsiagaan Bencana

8 October 2026
IMG 20261007 WA0052

KPM UIN Sultanah Nahrasyiah Sosialisasikan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di MIN 6 Aceh Tengah

8 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 06 at 9.54.26 PM

Hari Kedua OMI DIY 2026 di MAN 1 Yogyakarta Berjalan Lancar, Talenta Terbaik Dibidik ke Nasional

8 October 2026

Di satu sisi, sebagian pihak menilai sistem tinggal kelas dapat menjadi instrumen untuk menjaga kualitas pendidikan. Siswa tidak semata-mata dinaikkan berdasarkan usia atau keberlanjutan jenjang, tetapi harus benar-benar memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan.

Di sisi lain, terdapat kekhawatiran bahwa penerapan sistem tersebut dapat menimbulkan persoalan psikologis bagi siswa, keberatan dari wali murid, hingga dampak terhadap sekolah atau madrasah swasta yang memiliki jumlah peserta didik sedikit.

Persoalannya kemudian bukan sekadar “apakah siswa perlu tinggal kelas atau tidak?”, tetapi lebih jauh: bagaimana memastikan kebijakan tersebut benar-benar meningkatkan mutu pendidikan tanpa menimbulkan persoalan baru bagi siswa, keluarga, guru, dan satuan pendidikan?

Menjaga Standar Kompetensi Siswa

Salah satu alasan sistem tinggal kelas masih dianggap perlu dipertimbangkan adalah untuk memastikan setiap peserta didik benar-benar menguasai kompetensi dasar sebelum melanjutkan ke tingkat berikutnya.

Kemampuan membaca, menulis, berhitung, memahami konsep dasar, serta keterampilan akademik lainnya merupakan fondasi penting bagi proses pembelajaran berikutnya.

Jika seorang siswa belum menguasai kemampuan dasar tersebut, kenaikan kelas secara otomatis berpotensi membuat kesulitan belajar semakin kompleks.

Siswa akan berhadapan dengan materi yang lebih sulit, sementara fondasi pengetahuannya belum cukup kuat.

Dalam kondisi tertentu, pengulangan kelas dapat menjadi salah satu pilihan untuk memberikan waktu tambahan kepada siswa agar lebih memahami materi dasar.

Namun, penerapan retensi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Harus terdapat indikator yang jelas, penilaian objektif, serta mekanisme pendampingan agar keputusan tidak bergantung pada subjektivitas semata.

Meningkatkan Tanggung Jawab dalam Belajar

Sistem tinggal kelas juga dapat memberikan konsekuensi akademik terhadap proses belajar.

Ketika siswa mengetahui bahwa kenaikan kelas bukan sesuatu yang otomatis, terdapate dorongan untuk lebih serius mengikuti pembelajaran, menyelesaikan tugas, meningkatkan kehadiran, dane memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan.e

Pada saat yang sama, orang tua juga dapat terdorong untuk lebih aktif memantau perkembangan belajar anak.

Dengan demikian, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di tangan guru dan sekolah, tetapi menjadi kerja sama antara **siswa, orang tua, dan satuan pendidikan.

Namun, pendekatan ini tetap harus dilakukan secara edukatif. Jangan sampai ancaman tinggal kelas justru menjadi tekanan psikologis bagi anak.

Memberikan Kesempatan Memperbaiki Kemampuan

Bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar, mengulang kelas dalam kondisi tertentu dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali kemampuan yang belum dikuasai.

Siswa mendapatkan waktu lebih panjang untuk memahami materi yang sebelumnya belum dikuasai.

Proses remediasi juga dapat dilakukan dengan lebih mendalam, bukan sekadar perbaikan nilai dalam waktu singkat.

Tetapi di sinilah pentingnya evaluasi individual.

Tidak semua siswa yang mengalami kesulitan belajar otomatis membutuhkan tinggal kelas. Bisa saja persoalannya disebabkan oleh metode pembelajaran, ketidakhadiran, kondisi keluarga, kemampuan membaca, hambatan belajar tertentu, atau faktor lainnya.

Karena itu, tinggal kelas seharusnya menjadi salah satu pilihan terakhir setelah berbagai bentuk intervensi dan pendampingan dilakukan secara serius.

Mencegah Masalah Belajar Semakin Menumpuk

Kesulitan belajar yang tidak ditangani sejak dini berpotensi terbawa ke jenjang pendidikan berikutnya.

Siswa yang belum menguasai kemampuan dasar dapat semakin kesulitan ketika berhadapan dengan materi yang lebih kompleks.

Persoalan tersebut bukan hanya berpengaruh terhadap nilai, tetapi dapat berdampak pada kepercayaan diri dan motivasi belajar siswa.

Karena itu, jika sistem tinggal kelas nantinya diterapkan, kebijakan tersebut seharusnya menjadi bagian dari sistem deteksi dan intervensi kesulitan belajar.

Artinya, sekolah tidak boleh menunggu sampai akhir tahun untuk mengetahui bahwa seorang siswa tertinggal.

Pemantauan perkembangan peserta didik harus dilakukan sejak awal melalui asesmen, pendampingan, remedial, komunikasi dengan orang tua, dan evaluasi berkala.

Mendorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Sistem tinggal kelas juga dapat menjadi bagian dari evaluasi mutu pendidikan.

Guru dan sekolah dituntut melakukan penilaian secara objektif serta memastikan bahwa standar kompetensi benar-benar menjadi dasar pengambilan keputusan.

Namun, jika banyak siswa tidak mencapai standar, persoalannya juga tidak selalu berada pada siswa.

Sekolah perlu mengevaluasi metode pembelajaran, kualitas pendampingan, sarana prasarana, beban belajar, hingga efektivitas komunikasi dengan orang tua.

Dengan demikian, retensi seharusnya tidak hanya menjadi alat untuk menilai siswa, tetapi juga menjadi cermin bagi sekolah untuk mengevaluasi kualitas proses pembelajarannya sendiri.

Dilema Sekolah dan Madrasah Swasta di Lamongan

Di Lamongan, persoalan ini memiliki dimensi lain yang tidak boleh diabaikan.

Banyak sekolah dan madrasah swasta berada di lingkungan pedesaan dengan jumlah peserta didik yang tidak terlalu besar.

Dalam kondisi demikian, setiap siswa memiliki arti penting bagi keberlangsungan lembaga.

Jika kelak sistem tinggal kelas benar-benar diterapkan dan terdapat siswa yang dinyatakan tidak memenuhi standar kenaikan kelas, keputusan tersebut berpotensi menimbulkan keberatan dari wali murid.

Bagi sebagian orang tua, anak tinggal kelas merupakan sesuatu yang tidak diinginkan.

Jika keberatan tersebut tidak dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, kemungkinan perpindahan siswa ke sekolah lain juga perlu diperhitungkan.

Bagi sekolah besar, kehilangan satu atau dua siswa mungkin tidak terlalu terasa. Tetapi bagi sekolah atau madrasah swasta kecil, kehilangan beberapa siswa sekaligus dapat memberikan dampak yang lebih signifikan.

Di sinilah pemerintah perlu melihat persoalan secara menyeluruh.

Standar pendidikan memang harus dijaga, tetapi karakteristik satuan pendidikan juga tidak boleh diabaikan.

Sekolah di perkotaan dengan jumlah siswa ratusan tentu memiliki kondisi berbeda dengan madrasah swasta di desa yang jumlah siswanya terbatas.

Sami’an: Karena Masih Rencana, Jangan Terburu-buru

Pemerhati pendidikan sekaligus guru madrasah swasta, Sami’an, menilai rencana penerapan kembali sistem tinggal kelas perlu dikaji secara matang sebelum benar-benar menjadi kebijakan.

Menurutnya, perdebatan mengenai sistem tinggal kelas tidak seharusnya berhenti pada persoalan setuju atau tidak setuju.

Yang jauh lebih penting adalah mengukur dampak kebijakan tersebut terhadap siswa, orang tua, guru, dan keberlangsungan satuan pendidikan.

> “Karena ini masih berupa rencana, pemerintah masih memiliki ruang untuk mengkaji secara lebih mendalam. Jangan sampai kebijakan yang tujuan awalnya meningkatkan mutu pendidikan justru menimbulkan persoalan baru di lapangan,” ujar Sami’an.

Ia menilai madrasah swasta di tingkat desa perlu mendapat perhatian khusus.

> “Madrasah swasta yang muridnya sedikit kondisinya berbeda dengan sekolah besar. Kalau ada siswa yang tinggal kelas dan kemudian orang tuanya memilih memindahkan anaknya, tentu ada dampaknya bagi lembaga,” katanya.

Menurut Sami’an, wali murid pada umumnya tentu berharap anaknya dapat naik kelas bersama teman-teman seangkatannya.

> “Kalau anak dinyatakan tinggal kelas, sementara wali murid tidak menerima, bisa saja anak dipindahkan ke sekolah lain. Ini bukan berarti sekolah harus mengabaikan standar, tetapi pemerintah perlu memikirkan dampak kebijakannya secara utuh,” ujarnya.

Jangan Jadikan Tinggal Kelas Sebagai Hukuman

Sami’an juga menekankan bahwa apabila sistem tinggal kelas nantinya benar-benar diberlakukan, retensi tidak boleh diposisikan sebagai hukuman.

Siswa yang mengalami kesulitan belajar harus mendapatkan pendampingan dan kesempatan untuk memperbaiki kemampuan.

Sekolah perlu memiliki mekanisme remedial, asesmen, konseling, komunikasi dengan orang tua, serta program intervensi sebelum keputusan tinggal kelas ditetapkan.

Dengan demikian, tujuan akhirnya bukan membuat siswa takut tinggal kelas, melainkan memastikan setiap siswa memperoleh bekal kompetensi yang cukup untuk mengikuti pembelajaran pada tingkat berikutnya.

Perlu Kajian Akademik, Psikologis dan Sosial

Wacana sistem tinggal kelas juga perlu mempertimbangkan aspek psikologis.

Sebagian siswa mungkin dapat menjadikan pengulangan kelas sebagai kesempatan memperbaiki diri. Namun bagi siswa lainnya, tinggal kelas bisa menimbulkan rasa malu, kehilangan kepercayaan diri, atau merasa tertinggal dari teman sebaya.

Karena itu, keputusan retensi harus mempertimbangkan kondisi individual siswa.

Aspek sosial juga penting.

Sekolah perlu melihat lingkungan keluarga, dukungan orang tua, kondisi ekonomi, serta faktor lain yang mungkin memengaruhi proses belajar.

Dengan kajian yang lebih menyeluruh, keputusan tinggal kelas tidak hanya didasarkan pada angka nilai, tetapi pada gambaran perkembangan siswa secara utuh.

Menjadi Bahan Evaluasi Bersama

Rencana mengembalikan sistem tinggal kelas pada akhirnya perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

Pemerintah perlu mendengarkan suara guru, kepala sekolah, madrasah, pengawas, organisasi pendidikan, akademisi, wali murid, dan terutama satuan pendidikan yang berada di daerah.

Kebijakan pendidikan nasional tidak selalu menghadapi kondisi lapangan yang sama.

Apa yang dapat berjalan baik di sekolah besar belum tentu langsung berjalan dengan cara yang sama di madrasah swasta kecil di desa.

Karena itu, jika sistem tinggal kelas nantinya diterapkan, diperlukan aturan yang jelas mengenai indikator, prosedur penilaian, remedial, pendampingan, komunikasi dengan orang tua, serta mekanisme evaluasi.

Pada saat yang sama, pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak menjadi beban baru bagi sekolah dan madrasah swasta yang selama ini memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

Antara Mutu Pendidikan dan Perlindungan Siswa

Pada akhirnya, perdebatan mengenai sistem tinggal kelas bukan sekadar persoalan “naik kelas atau tidak naik kelas.”

Ada persoalan mutu pendidikan, kompetensi dasar, psikologi anak, tanggung jawab orang tua, kualitas pembelajaran, hingga keberlangsungan satuan pendidikan.

Sistem kenaikan kelas otomatis memiliki alasan untuk dipertimbangkan karena dapat mengurangi tekanan psikologis dan stigma terhadap siswa. Namun, sistem tinggal kelas juga memiliki alasan untuk dipertimbangkan apabila seorang siswa benar-benar membutuhkan waktu tambahan untuk menguasai kompetensi dasar.

Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar keputusan administratif, melainkan sistem yang mampu menempatkan kepentingan terbaik peserta didik sebagai tujuan utama sekaligus menjaga kualitas pendidikan.

Dan sekali lagi, rencana penerapan kembali sistem tinggal kelas ini masih merupakan wacana atau rencana kebijakan, bukan berarti sudah menjadi aturan baru yang berlaku secara umum.

Justru karena masih dalam tahap rencana, pemerintah memiliki kesempatan untuk melakukan kajian lebih mendalam.

Bagi Lamongan, suara sekolah dan madrasah swasta di desa penting untuk didengar.

Jangan sampai demi mengejar standar pendidikan, kondisi riil sekolah kecil dan madrasah swasta justru terlewatkan. Sebaliknya, jangan pula demi mempertahankan jumlah siswa, standar kompetensi peserta didik dikorbankan.

Titik temu keduanya adalah kebijakan yang adil, terukur, manusiawi, dan benar-benar berpihak pada kualitas pendidikan serta masa depan anak.

Sistem tinggal kelas boleh menjadi pilihan, tetapi mekanismenya harus dikaji matang. Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar status naik atau tinggal kelas seorang siswa, melainkan kualitas pendidikan dan masa depan generasi berikutnya.

    Tags: LamonganpendidikanTinggal Kelas
    Share340Tweet213Share60Pin77SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    Harga Beras di Jakarta Mengalami Perubahan Sepanjang 2025–2026

    Next Post

    KUA Pangkalan Gelar Pembinaan dan Silaturahmi, Pererat Kebersamaan dalam Suasana Santai

    Sami'an

    Sami'an

    Related Posts

    1000641791 100kb

    Cerita dan Harapan dalam Satu Dinding, Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Memory Wall Bersama PM PPS Margo Widodo

    9 October 2026
    IMG 20261008 WA0018

    KPM Kelompok 11 UIN Sultanah Nahrasyiah Laksanakan Program Pengadaan Tong Sampah dalam Mendukung Kesiapsiagaan Bencana

    8 October 2026
    IMG 20261007 WA0052

    KPM UIN Sultanah Nahrasyiah Sosialisasikan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di MIN 6 Aceh Tengah

    8 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 9.54.26 PM

    Hari Kedua OMI DIY 2026 di MAN 1 Yogyakarta Berjalan Lancar, Talenta Terbaik Dibidik ke Nasional

    8 October 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 10 08 at 16.42.00

    KUA Pangkalan Gelar Pembinaan dan Silaturahmi, Pererat Kebersamaan dalam Suasana Santai

    WhatsApp Image 2026 10 08 at 20.36.55 200kb

    Perkuat Sinergi Pengamanan, Patroli Tilik Sambang Polresta Mojokerto Perkuat Keamanan Lapas Mojokerto

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 10 08 at 20.36.55 200kb

    Perkuat Sinergi Pengamanan, Patroli Tilik Sambang Polresta Mojokerto Perkuat Keamanan Lapas Mojokerto

    9 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 08 at 16.42.00

    KUA Pangkalan Gelar Pembinaan dan Silaturahmi, Pererat Kebersamaan dalam Suasana Santai

    9 October 2026
    FB IMG 1791471321924

    Mengapa Sistem Tinggal Kelas Perlu Dipertimbangkan Kembali? Ini Catatan untuk Pendidikan di Lamongan

    9 October 2026
    IMG 20261008 221101

    Harga Beras di Jakarta Mengalami Perubahan Sepanjang 2025–2026

    9 October 2026
    FGD KBK Manajemen Pelayanan Publik

    KBK Manajemen Pelayanan Publik FISIP Undip Gelar FGD Desa Antikorupsi: Dorong Penguatan Integritas dan Tata Kelola dari Bawah

    9 October 2026
    AI Visibility GEO Ahmad Madani SMK Ketintang

    Dari Posting ke Closing, Ahmad Madani Ajak Siswa SMK Ketintang Berpikir seperti Marketer Profesional di Era AI

    9 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    PS DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita