BOYOLALI — Suasana Balai Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamudra, Kabupaten Boyolali, tampak berbeda dari biasanya pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES). Forum tahunan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) tersebut tidak hanya menjadi ajang rembug warga antarunsur lokal, tetapi juga diwarnai kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian kepada Masyarakat (KKN-PM) UIN Salatiga bersama Tim KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) yang hadir sebagai tamu undangan resmi. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan insan akademisi perguruan tinggi ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif, transparan, dan akuntabel dalam merumuskan arah prioritas pembangunan desa yang berkelanjutan.
Latar Belakang Pelaksanaan Musrenbangdes
Musrenbangdes merupakan tahapan krusial dalam siklus tata kelola pemerintahan desa yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 114 Tahun 2014. Kegiatan ini diselenggarakan guna mencermati kembali dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) serta menyepakati alokasi program kerja tahunan yang tertuang dalam rancangan RKP Desa. Di Desa Ngablak yang terletak di kawasan strategis Kecamatan Wonosamudra, perencanaan yang matang dan berbasis aspirasi dari bawah (bottom-up) menjadi kunci utama dalam mengatasi tantangan pembangunan perdesaan. Keterlibatan mahasiswa KKN dari UIN Salatiga dan UNDIP memberikan energi baru sekaligus wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Jalannya Kegiatan Secara Kronologis
Rangkaian acara Musrenbangdes di Desa Ngablak berlangsung secara runtut, khidmat, dan terstruktur sesuai regulasi perencanaan pembangunan desa. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan resmi yang dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Ngablak. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk perwakilan masyarakat, lembaga desa, serta mahasiswa KKN UIN Salatiga dan UNDIP yang turut mengikuti Musrenbangdes. Ia berharap keterlibatan berbagai unsur tersebut dapat memperkuat proses penyusunan rencana pembangunan desa sehingga mampu menghasilkan program yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Memasuki agenda ketiga, tim penyusun RKP Desa menyampaikan pemaparan evaluasi pelaksanaan pembangunan desa tahun sebelumnya. Evaluasi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai realisasi fisik maupun keuangan dari APBDesa, keberhasilan program yang telah berjalan, serta kendala lapangan yang masih dijumpai. Data evaluasi tersebut menjadi dasar pijakan rasional bagi peserta musyawarah dalam merancang kegiatan di periode mendatang.
Tahap keempat diisi dengan penyampaian aspirasi dan usulan pembangunan dari perwakilan lembaga desa serta elemen masyarakat. Secara bergantian, tokoh masyarakat, kelompok tani, kader posyandu, perwakilan perempuan, dan Karang Taruna menyampaikan poin-poin usulan. Usulan yang mengemuka mendominasi pada sektor perbaikan saluran irigasi pertanian, pembenahan infrastruktur jalan usaha tani, penanganan stunting melalui pelatihan kader kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif bagi pemuda desa.
Agenda kelima yang menjadi inti kegiatan adalah diskusi dan musyawarah penetapan skala prioritas pembangunan. Dipimpin oleh Ketua BPD, forum secara cermat menyaring dan memilah usulan warga berdasarkan kriteria urgensi, jumlah penerima manfaat, keterjangkauan anggaran, serta kesesuaian dengan arah kebijakan RPJM Desa. Diskusi berlangsung secara bermartabat dan terbuka, hingga menghasilkan kesepakatan daftar kegiatan prioritas yang akan dibiayai oleh Dana Desa maupun usulan yang diperjuangkan ke tingkat kecamatan.
Ketua BPD Desa Ngablak menekankan hakikat demokratis dari proses tersebut. “Musrenbangdes adalah wujud kedaulatan warga desa. Semua pihak duduk bersama secara sejajar mulai dari tokoh masyarakat, kelompok perempuan, hingga rekan-rekan mahasiswa KKN untuk memastikan bahwa anggaran desa benar-benar dialokasikan untuk program yang paling berdampak luas bagi kemakmuran bersama,” tegas Ketua BPD.
Kegiatan ditutup secara resmi setelah pembacaan dan penandatanganan Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbangdes oleh Kepala Desa, Ketua BPD, dan perwakilan peserta musyawarah, disusul dengan penetapan nama-nama delegasi desa yang akan mengawal usulan pada forum Musrenbang tingkat Kecamatan Wonosamudra.
Peran dan Keikutsertaan Mahasiswa KKN UIN Salatiga bersama Tim KKN UNDIP
Foto bersama jajaran Pemerintah Desa Ngablak, unsur Forkopimcam, serta mahasiswa KKN UIN Salatiga dan UNDIP usai mengikuti Musrenbangdes Desa Ngablak.
Musrenbangdes Desa Ngablak diikuti oleh berbagai unsur masyarakat sebagai wujud perencanaan pembangunan yang partisipatif. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Desa beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat dan tokoh agama, pengurus PKK, kader Posyandu, bidan desa, Karang Taruna, gabungan kelompok tani, serta mahasiswa KKN UIN Salatiga dan UNDIP. Masing-masing peserta menyampaikan masukan sesuai dengan bidangnya, mulai dari evaluasi program pembangunan, pengawasan penggunaan anggaran, penguatan nilai sosial dan keagamaan, penanganan stunting, pemberdayaan perempuan, peningkatan sarana pertanian, hingga pengembangan potensi desa. Sementara itu, mahasiswa KKN turut berperan sebagai mitra akademis melalui pengamatan proses perencanaan, pendampingan pemetaan potensi desa, serta penyelarasan program kerja yang dapat mendukung pembangunan Desa Ngablak secara berkelanjutan.
Keikutsertaan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung (direct learning) mengenai mekanisme tata kelola pemerintahan desa dan regulasi perencanaan publik.
Ketua Tim KKN-PM UIN Salatiga mengungkapkan rasa bersyukur atas kesempatan berharga tersebut. “Dapat mengikuti Musrenbangdes dari awal hingga akhir memberikan kami wawasan praktis yang tidak didapatkan di ruang kuliah. Kami bisa melihat langsung bagaimana teori tata kelola pemerintahan dan demokrasi partisipatif dipraktikkan secara nyata oleh warga Desa Ngablak,” tuturnya.
Makna Kegiatan bagi Pembangunan Desa dan Pembelajaran Mahasiswa
Musrenbangdes Desa Ngablak memberikan pembelajaran berharga mengenai pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pembangunan perdesaan. Keterlibatan mahasiswa perguruan tinggi dalam forum tata kelola desa membuktikan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan wahana penguatan kepedulian sosial serta kemitraan strategis. Bagi Pemerintah Desa Ngablak, kehadiran mahasiswa membantu memberikan masukan objektif yang memperkuat kualitas perumusan kebijakan lokal.
Melalui musyawarah yang berjalan lancar dan kondusif ini, diharapkan rencana pembangunan Desa Ngablak dapat terealisasi secara efisien dan tepat sasaran. Sinergi yang harmonis antara pemerintah desa, warga masyarakat, serta perguruan tinggi seperti UIN Salatiga dan UNDIP hendaknya terus dipelihara dan dikembangkan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing di Kabupaten Boyolali.
Tim KKN UIN Salatiga Periode I Tahun 2026 SY1031 Saga Bakti Karya

























