Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menggelar kegiatan sharing session antara warga binaan dengan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan di Aula Lapas. Kegiatan ini menjadi wadah interaksi langsung guna menggali dinamika sosial yang terjadi di dalam lingkungan pemasyarakatan, Sabtu (2/5).
Dalam suasana dialogis dan terbuka, para peserta magang berkesempatan berdiskusi langsung dengan warga binaan terkait pengalaman, latar belakang sosial, hingga proses adaptasi selama menjalani masa pidana. Interaksi ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi sosial di dalam lapas.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kajian sosial terhadap dinamika warga binaan dan lingkungan kerja, sehingga dapat menjadi dasar dalam memahami berbagai aspek yang mempengaruhi perilaku narapidana. Selain itu, hasil dari diskusi ini juga diarahkan untuk menyusun analisis sosial sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembinaan.
Para peserta magang juga melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor sosial yang mempengaruhi perilaku warga binaan, baik yang berasal dari lingkungan keluarga, ekonomi, maupun pergaulan. Hal ini menjadi bagian penting dalam menyusun pendekatan pembinaan yang lebih tepat sasaran.
Tidak hanya itu, sharing session ini juga menghasilkan berbagai masukan terkait strategi pembinaan sosial yang lebih efektif dan humanis. Pendekatan berbasis pemahaman sosial diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan program pembinaan serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik pemasyarakatan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta pemahaman yang komprehensif terkait dinamika sosial warga binaan, sehingga dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan peserta magang memberikan perspektif baru dalam melihat proses pembinaan di dalam lapas. “Masukan dari peserta magang sangat kami apresiasi sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan kualitas pembinaan di Lapas Mojokerto,” pungkasnya.























