SLB Negeri Pembina Yogyakarta menyelenggarakan Perkaju (Perkemahan Kamis Jumat) bertema “Petualangan Ceria” dengan semangat “Mandiri, Tangkas, Terampil, Tangguh, dan Berkarakter” pada 17 – 18 September 2026. Kegiatan selama dua hari satu malam ini diikuti oleh siswa SLB Negeri Pembina Yogyakarta dan melibatkan kepala sekolah, guru, karyawan, pembina pendamping, serta mahasiswa UNY yang sedang melaksanakan Praktik Kependidikan. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang turut dibuka oleh Kepala SLB Negeri Pembina Yogyakarta, Ibu Nur Khasanah, S.Pd., M.Pd. Pelaksanaan Perkaju menjadi salah satu bentuk pembelajaran melalui pengalaman yang mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Perkaju dirancang untuk mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, keterampilan, ketangkasan, ketangguhan, kreativitas, dan kebersamaan siswa. Setelah upacara pembukaan, siswa mengikuti rangkaian kegiatan pada 6 pos. Pada Pos 1 “Aku Tangkas” siswa melakukan estafet bola, berjalan mengikuti garis, memindahkan benda, dan memasukkannya ke keranjang. Pos 2 “Aku Tangguh” berisi kegiatan melewati rintangan sederhana dan menyelesaikan misi. Pos 3 “Aku Terampil” melatih siswa memasang perlengkapan tenda, dan membuat simpul sederhana. Selanjutnya Pos 4 “Aku Bersama Teman” berisi permainan kerjasama seperti memindahkan benda bersama dan menyusun puzzle. Pos 5 “Tantangan Kreatif” memberikan kesempatan membuat yel-yel dan ide kelompok, sedangkan Pos 6 diisi dengan menyanyikan lagu wajib nasional, Mars SLB Negeri Pembina, dan lagu pilihan daerah. Mahasiswa UNY turut terlibat dalam pendampingan pada beberapa pos dan dokumentasi kegiatan.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk belajar melalui aktivitas kelompok, menyelesaikan tantangan, serta menggunakan keterampilan sederhana. Setiap pos memberikan pengalaman yang berbeda, sehingga siswa tidak hanya mengikuti permainan, tetapi juga berlatih menerapkan kemampuan dalam situasi nyata. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan “Panggung Bintang Kemah” pada malam hari, yang memberikan ruang bagi setiap kelompok untuk menampilkan kemampuan melalui menyanyi, menari, drama, musik sederhana, maupun yel-yel. Dengan ini setiap siswa memiliki kesempatan untuk terlibat dan menunjukkan kemampuan sesuai dengan potensi masing-masing. Pengalamannya memperkuat nilai kemandirian, percaya diri, tanggung jawab, dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus. Rangkaian kegiatan ini mendukung SDG 4 melalui penyediaan pengalaman belajar yang mengembangkan keterampilan dan potensi siswa secara menyeluruh, serta SDG 10 melalui kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan dalam kegiatan bersama.

Melalui Perkaju, SLB Negeri Pembina Yogyakarta tidak hanya memberikan kegiatan rekreatif, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang menggabungkan kemandirian, keterampilan, kerjasama, kreativitas, dan tanggung jawab. Keterlibatan mahasiswa UNY dalam pendampingan turut membantu siswa selama mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus memberikan pengalaman praktik kependidikan dalam mendampingi pembelajaran yang beragam. Sehingga dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki dalam suasana yang menyenangkan dan inklusif.




















