BOYOLALI — Komitmen untuk terus belajar, beradaptasi dengan era digital, dan melampaui batas-batas geografis kembali ditunjukkan oleh generasi muda Indonesia. Kali ini, kabar membanggakan datang dari pangkalan SMK Ma’arif NU 2 Boyolali. Dimas Pratama Andri Yanto, seorang Pramuka Penegak yang tergabung dalam Gugus Depan 09.09.115 Ambalan KH. Hasyim Asy’ari, berhasil menuntaskan partisipasinya dalam ajang kepramukaan bergengsi tingkat dunia, Jamboree on the Air – Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) 2026.
JOTA-JOTI merupakan platform pertemuan kepanduan terbesar di planet ini yang berada langsung di bawah naungan World Organization of the Scout Movement (WOSM). Kegiatan tahunan ini dirancang secara khusus untuk menjembatani jutaan anggota Pramuka dari berbagai belahan dunia melalui integrasi teknologi radio amatir (JOTA) dan saluran komunikasi berbasis internet (JOTI). Melalui media ini, para peserta diajak berinteraksi, berdiskusi, dan membangun persaudaraan global tanpa terkendala ruang dan waktu.
Mengasah Literasi Digital dan Jejaring Internasional
Bagi Dimas Pratama Andri Yanto, keberhasilan menembus dan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan JOTA-JOTI 2026 bukan sekadar pengalaman biasa. Selama perhelatan berlangsung, Dimas aktif berinteraksi serta bertukar gagasan dengan sesama pandu dari pelbagai negara. Pengalaman ini memberikan wawasan baru terkait penggunaan teknologi komunikasi modern, peningkatan kecakapan berbahasa, hingga pemahaman mendalam tentang keberagaman budaya dunia.
Tidak hanya mengasah keterampilan teknis di bidang jaringan digital dan telekomunikasi, keterlibatan Dimas juga menjadi ruang untuk mengenalkan nilai-nilai luhur budaya Indonesia serta semangat kepramukaan lokal ke kancah internasional.
Bukti Dedikasi dan Pemantik Inspirasi
Puncak dari partisipasi aktif Dimas ditandai dengan diterimanya sertifikat resmi internasional dari WOSM. Sertifikat ini menjadi bukti konkret atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat pembelajar yang tinggi dari seorang Pramuka Penegak dalam mengikuti seluruh prosedur dan misi kegiatan global tersebut.
Keberhasilan Dimas ini mendapatkan apresiasi hangat dari keluarga besar SMK Ma’arif NU 2 Boyolali, khususnya pembina dan rekan-rekan di Ambalan KH. Hasyim Asy’ari. Capaian ini diharapkan dapat memantik inspirasi dan motivasi bagi anggota Pramuka lainnya agar tidak ragu mengeksplorasi potensi diri, menguasai teknologi, serta berani mengambil peran di tingkat nasional maupun internasional.
Pencapaian ini menegaskan pesan bahwa semangat kepanduan akan selalu relevan menjawab tantangan zaman. Dengan terus memegang teguh Satya dan Darma Pramuka, generasi muda daerah terbukti mampu berdiri sejajar dan memberikan warna dalam pergaulan dunia.
Salam Pramuka!
Terus belajar, pantang menyerah dalam berkarya, dan senantiasa menjunjung tinggi semangat persaudaraan Pramuka dunia.






















