Malang – Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2026 Kelompok 22 menggelar program kerja bertajuk “Rumah Tumbuh Pangan” di Balai Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu anggota PKK Desa Ardimulyo ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya lahan pekarangan sebagai ruang produktif yang dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas, seperti sayuran, cabai, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga tanaman buah. Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa MMD mengajak masyarakat untuk melihat pekarangan rumah tidak hanya sebagai ruang terbuka, tetapi juga sebagai aset yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan apabila dikelola secara optimal.
Setelah sesi pengenalan, peserta memperoleh materi mengenai teknik budidaya tanaman produktif yang dapat diterapkan di lahan pekarangan. Materi meliputi pemilihan media tanam, teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga upaya menjaga keberlanjutan budidaya agar hasil panen dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan. Sebagai bentuk edukasi praktik, mahasiswa turut mendemonstrasikan cara penggunaan eco-enzyme sebagai pupuk organik alami. Demonstrasi tersebut memperlihatkan proses pengaplikasian eco-enzyme pada tanaman serta manfaatnya dalam membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara ramah lingkungan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Pada sesi tanya jawab dan kuis, ibu-ibu PKK aktif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait budidaya tanaman, mulai dari cara mengatasi hama, teknik perawatan tanaman di musim kemarau, hingga pemanfaatan pupuk organik dalam skala rumah tangga. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mulai mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya membagikan sebanyak 17 bibit tanaman kepada peserta untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Pembagian bibit diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama kegiatan.
Melalui program “Rumah Tumbuh Pangan”, MMD Universitas Brawijaya 2026 Kelompok 22 berharap masyarakat Desa Ardimulyo semakin terdorong memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif sehingga mampu mendukung ketahanan pangan keluarga, mengurangi pengeluaran rumah tangga, serta membuka peluang peningkatan pendapatan. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat interaksi sosial antar anggota PKK melalui kegiatan bercocok tanam dan saling berbagi pengalaman dalam budidaya tanaman sesuai dengan SDGs poin 5 dan 15.

























