Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Refleksi Hari Kesaktian Pancasila 2026: Menelisik Jejak Pergolakan Sejarah, Pancasila Tetap Menjadi Jati Diri dan Penuntun Bangsa

Sami'an by Sami'an
1 October 2026
in Opini
A A
0
1790837073371
853
SHARES
1.2k
VIEWS

LAMONGAN, JAWA TIMUR — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Rabu, 1 Oktober 2026, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi mendalam bagi bangsa Indonesia. Di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, menelusuri jejak pergolakan dan pemberontakan pasca-kemerdekaan hingga peristiwa kelam G30S menjadi kunci untuk memahami mengapa Pancasila harus tetap dipertahankan sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.

Menelisik Akar Sejarah: Dari Madiun hingga G30S

Sejarah Indonesia pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945 mencatat bahwa kemerdekaan tidak serta merta menjamin kedamaian. Negara yang masih bayi ini harus menghadapi berbagai ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri, yang mencoba mengubah ideologi dan bentuk negara.

Berdasarkan catatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), serangkaian pergolakan besar pernah menguji nyali bangsa ini. Dimulai dari Pemberontakan PKI di Madiun 1948, yang mencoba memaksakan ideologi komunis dan mendirikan negara Soviet. Disusul oleh gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang bertujuan mengganti Pancasila dengan syariat Islam, serta pembentukan Republik Maluku Selatan (RMS) yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

Ketegangan politik semakin memuncak pada dekade 1950-an dengan munculnya PRRI dan Permesta, yang berakar pada ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat. Puncak dari berbagai ketegangan ideologi dan politik ini meledak pada peristiwa Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965, yang menewaskan sejumlah perwira tinggi TNI AD dan memicu konflik berkepanjangan serta tragedi kemanusiaan di berbagai pelosok negeri.

Mengapa Sejarah Harus Dibaca Kritis?

Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: Mengapa kita perlu mengingat kembali luka lama tersebut? Jawabannya terletak pada pentingnya pembelajaran sejarah yang objektif.

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menekankan bahwa mempelajari sejarah G30S dan pemberontakan lainnya tidak boleh didasarkan pada satu narasi tunggal. Generasi muda diajak untuk membaca arsip, membandingkan sumber, dan memahami bahwa setiap peristiwa memiliki latar belakang multikausal—baik itu konflik internal militer, perang ideologi, maupun campur tangan asing.

“Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu tentang siapa yang menang dan kalah. Sejarah adalah ruang untuk belajar agar kesalahan tidak berulang,” ujar salah satu pengamat sejarah lokal. Dengan memahami bagaimana propaganda bekerja dan mengapa kekerasan terjadi, masyarakat dapat membangun ketahanan ideologi yang lebih matang.

Pancasila: Titik Temu dan Pandangan Hidup

Di tengah badai pergolakan tersebut, Pancasila terbukti mampu bertahan dan menjadi “meja statis” yang menyatukan keberagaman. BPIP menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila, melainkan leitstar (bintang penuntun) dinamis bagi kehidupan berbangsa.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dan Gugatan Keadilan Lingkungan optimized 300

Kabut Asap Menggugat Negara: Ketika Hukum Lingkungan Diuji oleh Penderitaan Rakyat

15 October 2026
ebabf88a 8fc4 4638 9be7 ae0d01d8b206

Barang Laris, Kok Malah Kehabisan Stok? Pentingnya Peramalan dalam Dunia Produksi!

15 October 2026
IMG 20261014 WA0025

Terlihat Laris, tetapi Kok Uangnya Selalu Habis? Rahasia di Balik UMKM yang Sulit Naik Kelas

14 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 14 at 15.11.22

Lebih dari Sekadar Kaos Polos dalam Dinamika Ekonomi Pasar

14 October 2026

Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial adalah jawaban atas segala bentuk ekstremisme yang pernah mencoba memecah belah Indonesia. Pancasila adalah kesepakatan luhur para pendiri bangsa (The Founding Fathers) yang digali dari bumi Indonesia sendiri, bukan impor dari ideologi lain.

Suarakan dari Lamongan: Pancasila Harus Murni dan Konsekuen

Di Lamongan, Jawa Timur, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini diwarnai dengan ajakan konkret untuk mengamalkan nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sami’an, seorang tokoh masyarakat yang vokal menyuarakan pentingnya pendidikan karakter, menekankan bahwa peringatan ini harus bermuara pada tindakan nyata.

“Pancasila secara Murni dan Konsekuen harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegas Sami’an.

Ia mencontohkan, pengamalan Pancasila tidak harus selalu dalam bentuk retorika politik yang berat. “Sikap toleransi, gotong royong, kerja bakti, sikap tenggang rasa, menghormati perbedaan, dan menghargai pilihan orang lain adalah wujud nyata Pancasila di lingkungan terkecil kita,” tambahnya.

Menurut Sami’an, generasi muda adalah kunci. “Maju mundurnya suatu bangsa terletak pada pundak generasi muda sekarang. Jadikan sejarah peristiwa masa lalu yang ingin mengubah ideologi negara sebagai pelajaran untuk membangun pemahaman yang bijak dan kritis,” pungkasnya.

Tantangan Generasi Digital

Di era 2026 ini, tantangan terbesar dalam menjaga Kesaktian Pancasila adalah banjir informasi di dunia digital. Hoaks dan sejarah yang diputarbalikkan mudah menyebar. Oleh karena itu, literasi sejarah menjadi benteng pertahanan utama.

Generasi muda Lamongan dan Indonesia pada umumnya dituntut untuk tidak menelan mentah-mentah informasi dari media sosial. Kemampuan memverifikasi sumber, mengunjungi arsip, dan berpikir kritis adalah cara modern untuk “menjaga” Pancasila.

Dari Pergolakan Menuju Kesadaran Kebangsaan

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 mengajak seluruh elemen bangsa untuk bertransformasi dari sekadar “pewaris sejarah” menjadi “pencipta sejarah baru”. Sejarah baru yang dimaksud adalah sejarah yang dibangun di atas fondasi persatuan, demokrasi, kemanusiaan, dan keadilan sosial.

Dengan menelusuri jejak pergolakan masa lalu, kita sadar bahwa harga sebuah persatuan sangatlah mahal. Pancasila adalah kesepakatan final yang mengikat kita semua. Sebagaimana semangat yang tertulis dalam poster peringatan tahun ini: “Pancasila Menyatukan Kita, Menjaga Indonesia.”

    Tags: Hari Kesaktian PancasilaPancasilaSejarah
    Share341Tweet213Share60Pin77SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Tingkatkan Kompetensi Humas, Lapas Ternate Ikuti Sosialisasi Bersama ANTARA News dan CNN Indonesia TV

    Next Post

    Mahasiswa UIN Walisongo Hadirkan Ruang Cerita bagi Lansia melalui Konseling Individu di Panti Werdha Harapan Ibu

    Sami'an

    Sami'an

    Related Posts

    Kebakaran Hutan dan Gugatan Keadilan Lingkungan optimized 300

    Kabut Asap Menggugat Negara: Ketika Hukum Lingkungan Diuji oleh Penderitaan Rakyat

    15 October 2026
    ebabf88a 8fc4 4638 9be7 ae0d01d8b206

    Barang Laris, Kok Malah Kehabisan Stok? Pentingnya Peramalan dalam Dunia Produksi!

    15 October 2026
    IMG 20261014 WA0025

    Terlihat Laris, tetapi Kok Uangnya Selalu Habis? Rahasia di Balik UMKM yang Sulit Naik Kelas

    14 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 14 at 15.11.22

    Lebih dari Sekadar Kaos Polos dalam Dinamika Ekonomi Pasar

    14 October 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 09 25 at 22.56.02

    Mahasiswa UIN Walisongo Hadirkan Ruang Cerita bagi Lansia melalui Konseling Individu di Panti Werdha Harapan Ibu

    IMG 20261001 WA0033

    KPM tematik kebencanaan kelompok 11 Kenalkan jalur masuk perguruan tinggi UIN Sultanah Nahrasiyah kepada Generasi Muda di SMA Negeri 8 Takengon

    WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

    Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

    97138 optimized 100

    Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Lapas Kelas III Arjasa Gelar Upacara Bendera

    97139 optimized 100

    Sukseskan Program SAE, Lapas Kelas III Arjasa Panen Melon Manis Berukuran Besar

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Kebakaran Hutan dan Gugatan Keadilan Lingkungan optimized 300

    Kabut Asap Menggugat Negara: Ketika Hukum Lingkungan Diuji oleh Penderitaan Rakyat

    15 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 15 at 09.53.43

    Perkuat Sinergi UMKM, Lapas Mojokerto Koordinasi dengan Pelaku UMKM untuk Perluas Pelatihan Kerja Warga Binaan

    15 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 15 at 08.38.06 300kb

    Langkah Tegas, Razia Insidentil Lapas Mojokerto Perkuat Keamanan dan Ketertiban Lingkungan Hunian

    15 October 2026
    ebabf88a 8fc4 4638 9be7 ae0d01d8b206

    Barang Laris, Kok Malah Kehabisan Stok? Pentingnya Peramalan dalam Dunia Produksi!

    15 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 15 at 06.45.33

    Tegas Lawan Halinar, Lapas Bandanaira Sisir Blok Hunian ‎

    15 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 14 at 2.36.26 PM

    Raihanah Qothrunnada Irfany Raih Juara Harapan 2 MHQ 30 Juz Tingkat Nasional

    14 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Square Media Wanita
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita