Purwokerto, 7 Agustus 2026 | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur melaksanakan evaluasi kegiatan penyadapan pinus bersama jajaran Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalibening dan RPH Pandanarum di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangkobar pada Rabu (05/08). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan sadapan sekaligus menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Evaluasi membahas perkembangan produksi getah, kondisi tegakan pinus, penerapan teknik penyadapan, serta berbagai kendala yang ditemui oleh petugas maupun penyadap. Selain mengevaluasi capaian, forum tersebut juga menjadi sarana menyusun langkah perbaikan agar kegiatan penyadapan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengabaikan kelestarian pohon.
Dalam pengelolaan hutan produksi, evaluasi memiliki peran yang sama pentingnya dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Melalui evaluasi, setiap kendala dapat diidentifikasi lebih awal sehingga solusi dapat segera diterapkan. Cara kerja seperti ini membantu menjaga kualitas hasil hutan sekaligus mengurangi potensi kesalahan yang dapat berdampak pada produktivitas maupun kesehatan tegakan pinus.
Perhutani memandang bahwa keberhasilan produksi getah tidak hanya ditentukan oleh besarnya target yang dicapai, tetapi juga oleh konsistensi penerapan standar kerja. Teknik penyadapan yang benar, pemeliharaan alat, serta komunikasi yang baik antara petugas dan penyadap menjadi faktor yang saling berkaitan dalam menghasilkan getah berkualitas.
Administratur KPH Banyumas Timur, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa evaluasi rutin merupakan bagian dari budaya kerja yang harus terus dijaga agar pengelolaan hutan semakin baik dari waktu ke waktu.
“Evaluasi bukan untuk mencari kekurangan siapa pun, tetapi menjadi ruang belajar bersama. Dari hasil pembahasan inilah kami dapat menentukan langkah perbaikan sehingga kualitas penyadapan terus meningkat dan kelestarian tegakan pinus tetap terjaga,” ujarnya.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalibening, Ripto, mengatakan bahwa hasil evaluasi akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Banyak hal yang kami peroleh dari evaluasi ini, mulai dari penyamaan teknik kerja hingga penyelesaian kendala yang sering dihadapi penyadap. Dengan langkah yang sama, pekerjaan di lapangan akan lebih efektif dan hasilnya lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pandanarum, Dwi Lusiyanto, menambahkan bahwa komunikasi yang terbuka menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas penyadapan.
“Setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, kami saling berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama. Harapannya, setiap perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas getah sekaligus menjaga kesehatan pohon pinus agar tetap produktif dalam jangka panjang,” katanya.
Melalui evaluasi bersama jajaran RPH Kalibening dan RPH Pandanarum, Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Setiap masukan dari lapangan menjadi bekal penting untuk meningkatkan mutu penyadapan, memperkuat kerja sama antarpetugas, serta memastikan manfaat hutan tetap dapat dirasakan oleh masyarakat. Semangat “Melangkah Bersama Merawat Hutan” diwujudkan melalui evaluasi yang menghasilkan tindakan nyata, bukan sekadar laporan administratif. (*Mei)





















