Brakas, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 Posko 136 UIN Walisongo Semarang bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong pemerataan dan penambahan tanah di Makam Dukuh Jenengan, Desa Brakas, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB ini bertujuan untuk mengurangi potensi genangan air dan banjir di area makam saat musim hujan.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Ketua Pengurus Makam Dukuh Jenengan, Bapak Samuri. Sejak pagi hari, warga bersama mahasiswa KKN bergotong royong mengangkut, menyebarkan, dan meratakan tanah di seluruh area makam agar permukaannya menjadi lebih rata sehingga dapat membantu mengurangi risiko banjir ketika curah hujan tinggi.
Pada kegiatan kali ini, warga dari Gang 11, Gang 12, dan Gang 13 mendapat giliran untuk berpartisipasi dalam gotong royong. Kehadiran mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 136 UIN Walisongo Semarang menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan baik dengan warga Desa Brakas.
Pendanaan kegiatan berasal dari iuran masyarakat yang dikumpulkan setiap musim panen. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan area makam sehingga kondisinya tetap terawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemerataan tanah dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi genangan air yang dapat terjadi saat musim hujan. Dengan permukaan tanah yang lebih rata, diharapkan aliran air menjadi lebih baik sehingga area makam tetap terjaga dan nyaman bagi masyarakat yang berziarah.
Salah seorang warga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, Bapak Mudin, mengungkapkan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan makam.
“Kegiatan seperti ini penting dilakukan agar area makam tidak mudah tergenang saat hujan. Dana kegiatan berasal dari iuran warga setiap musim panen, sehingga semua ikut berkontribusi. Kami juga senang mahasiswa KKN ikut membantu karena pekerjaan menjadi lebih ringan dan kebersamaan dengan warga semakin terasa,” ujar Bapak Mudin.
Kegiatan ini tidak berfokus pada pembersihan makam karena kebersihan area tersebut telah ditangani oleh petugas yang bertanggung jawab. Gotong royong kali ini lebih diarahkan pada pemeliharaan area makam melalui penambahan dan pemerataan tanah sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko banjir.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN dan warga bekerja sama dengan penuh semangat dan rasa kebersamaan. Masing-masing peserta saling membantu dalam proses pengangkutan dan pemerataan tanah sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dengan baik sesuai waktu yang telah ditentukan.
Partisipasi mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 136 UIN Walisongo Semarang dalam kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Selain membantu pelaksanaan kegiatan, mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga mengenai pentingnya gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kolaborasi dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan kondisi Makam Dukuh Jenengan semakin baik dan mampu meminimalkan risiko genangan air pada musim hujan. Sinergi antara mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 136 UIN Walisongo Semarang dan masyarakat Desa Brakas diharapkan terus terjalin dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.





















