Bengkulu – Kepedulian terhadap kesehatan warga binaan lanjut usia terus menjadi perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu. Melalui program pemberian makanan tambahan atau extra fooding, Lapas Bengkulu berupaya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menjaga kebugaran warga binaan lanjut usia (lansia) selama menjalani masa pembinaan.
Pada Sabtu (24/10), kegiatan pemberian extra fooding dilaksanakan di Blok C atau Blok Raharjo. Petugas perawat Lapas Bengkulu bersama Komandan Jaga menyalurkan tambahan asupan berupa susu Anlene dan biskuit kepada warga binaan lansia sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan kesehatan kelompok rentan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemasyarakatan, terutama bagi warga binaan yang membutuhkan perhatian khusus karena faktor usia.
“Pemberian extra fooding ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga binaan lanjut usia. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan kesehatan, sehingga dapat menjalani masa pembinaan dengan kondisi yang lebih baik,” ujar Julianto.
Menurutnya, perhatian terhadap warga binaan lansia tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus disertai pemantauan kesehatan secara berkala dan pendekatan yang humanis. Dengan demikian, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih dini dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Pemberian makanan tambahan tersebut juga sejalan dengan prinsip pemenuhan hak warga binaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang mencakup hak memperoleh pelayanan kesehatan serta makanan yang layak sesuai kebutuhan gizi. Selain itu, Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 1 Tahun 2025 mengatur pedoman penyelenggaraan makanan di unit pelaksana teknis pemasyarakatan.
Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang bagi lansia berperan dalam mencegah kekurangan gizi, mendukung fungsi fisik, serta membantu menjaga kualitas hidup. Kebutuhan nutrisi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu, termasuk apabila terdapat penyakit tertentu yang memerlukan pengaturan pola makan.
Sejalan dengan hal tersebut, petugas kesehatan Lapas Bengkulu turut memantau kondisi para warga binaan lansia dan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik ringan sesuai kemampuan, serta mengikuti anjuran pengobatan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara petugas kesehatan dan petugas pengamanan dalam memastikan pelayanan menjangkau warga binaan yang membutuhkan perhatian lebih. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan mendukung proses pembinaan.
Melalui pemberian extra fooding yang dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan, Lapas Kelas IIA Bengkulu berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan. Perhatian terhadap kesehatan lansia menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kualitas hidup setiap warga binaan.























