Bengkulu – Kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik tetap terbuka bagi setiap orang, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana. Komitmen tersebut diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu melalui pembelajaran pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang kembali dilaksanakan bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Songo Langit, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya dalam memberikan akses pendidikan kepada mereka yang belum menyelesaikan jenjang pendidikan dasar maupun menengah. Melalui program tersebut, warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk menambah pengetahuan, mengembangkan potensi diri, dan melanjutkan pendidikan meskipun tengah menjalani masa pidana.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan mengikuti pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing, dengan pendampingan tenaga pendidik dari PKBM Songo Langit serta dukungan jajaran Lapas Bengkulu. Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan proses belajar di lingkungan pemasyarakatan.
Program pendidikan kesetaraan ini mencakup tiga jenjang. Paket A setara dengan pendidikan Sekolah Dasar (SD), Paket B setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan Paket C setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui jalur pendidikan nonformal tersebut, warga binaan berkesempatan menempuh pendidikan sesuai kebutuhan dan tahapan belajar yang diikuti.
Lebih dari sekadar kegiatan belajar di dalam Lapas, pendidikan kesetaraan diharapkan menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana. Pengetahuan dan kualifikasi pendidikan yang diperoleh dapat membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun meningkatkan kesempatan dalam memasuki dunia kerja sesuai persyaratan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, keterbatasan kebebasan selama menjalani masa pidana tidak boleh menjadi penghalang untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas diri.
“Pendidikan merupakan salah satu bekal penting bagi warga binaan untuk mempersiapkan masa depan. Melalui program pendidikan kesetaraan ini, kami ingin memastikan mereka tetap mendapatkan kesempatan belajar, meningkatkan pengetahuan, serta membangun kepercayaan diri untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Julianto.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan PKBM Songo Langit menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pendidikan bagi warga binaan. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus memberikan ruang belajar yang bermanfaat sekaligus mendorong warga binaan agar lebih termotivasi dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran.
Komitmen ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menempatkan sistem pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya pelayanan dan pembinaan untuk reintegrasi sosial dengan tetap menjunjung tinggi penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia.
Dengan demikian, pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan dan perubahan perilaku, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kapasitas intelektual, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan langkah baru setelah kembali ke lingkungan sosialnya.
Melalui pelaksanaan pembelajaran Paket A, B, dan C secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Bengkulu bersama PKBM Songo Langit terus mendorong terwujudnya pembinaan yang humanis dan berorientasi pada masa depan. Sebab, kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memperbaiki kehidupan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan menuju perubahan yang lebih baik.























