MAKASSAR — Panggung Pekan Raya Pemuda Sulsel & Tudang Sipulung 2026 yang berlangsung di Taman Pakui Sayang, Makassar, Sulawesi Selatan, mendadak riuh oleh ketegangan sekaligus kagum dari para penonton. Pasalnya, Awal Miracle hadir menampilkan atraksi debus penuh tantangan yang memadukan keberanian, keterampilan, dan ketahanan fisik pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dalam penampilannya, Awal Miracle menyuguhkan sejumlah aksi ekstrem yang memacu adrenalin. Mulai dari atraksi kebal badik, berjalan dan memakan pecahan beling, kebal api, hingga aksi pemecahan batu di atas tubuhnya yang dipukul langsung oleh tim pendukungnya.
Meski menyajikan berbagai aksi yang tampak berbahaya, Awal Miracle secara tegas menepis anggapan adanya keterlibatan unsur mistik dalam setiap pertunjukan yang dibawakannya. Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian atraksi tersebut murni mengandalkan ketahanan fisik, fokus, dan keyakinan pribadi.
“Atraksi yang saya tampilkan pada malam hari ini sama sekali tidak mengandung unsur mistik apa pun, dan saya hanya mengandalkan tubuh dan kepercayaan saya saja,” ujar Awal Miracle.
Bagi Awal, seni debus bukan sekadar tontonan aksi ekstrem semata, melainkan sebuah bentuk seni pertunjukan yang menuntut proses latihan panjang, disiplin, dan kerja keras. Ia memandang bahwa keberanian merupakan hasil dari kedisiplinan dan keyakinan untuk terus melampaui batas kemampuan diri.
Kehadiran Awal Miracle dalam ajang kepemudaan ini juga menjadi wujud nyata pelestarian seni tradisional yang dikemas secara kreatif di tengah gempuran hiburan modern. Melalui aksi panggungnya, ia ingin menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
“Debus bukan sekadar tentang apa yang terlihat mustahil di mata manusia, tetapi juga tentang keberanian menghadapi tantangan dan keyakinan untuk terus melampaui batas diri,” pungkasnya.
*(Catatan Redaksi: Seluruh atraksi ekstrem seperti kontak dengan senjata tajam, pecahan kaca, api, dan pemecahan batu memiliki risiko cedera serius serta memerlukan prosedur keselamatan dan pengawasan profesional).


















