SUKOHARJO — Selama tujuh malam berturut-turut, denyut nadi perekonomian di Jalan Utama Dukuh Soko berdetak lebih kencang dari biasanya. Gemerlap lampu warna-warni, aroma sedap jajanan kaki lima, hingga sayup-sayup suara musik berpadu dengan teriakan histeris dari wahana uji nyali, sukses menghidupkan suasana malam di kawasan Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pemandangan tersebut merupakan potret kemeriahan “Mekdi Fest 2026” (Mekdi Fest Bazar), sebuah mahakarya kolaborasi warga dan pemuda yang diinisiasi oleh Karang Taruna Mekar Abadi. Digelar tepat di area belakang diler Daihatsu Solo Baru, festival ini berlangsung sejak 18 hingga 24 Oktober 2026. Mengusung semangat “Kuliner dan Permainan di Soko”, acara yang beroperasi mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB ini berhasil menyedot ribuan pasang mata setiap harinya.
Lebih dari sekadar ajang rekreasi keluarga, Mekdi Fest 2026 menawarkan pengalaman hiburan yang komplit. Pengunjung dimanjakan dengan aneka kuliner lokal yang menggugah selera, sembari bernostalgia lewat permainan klasik seperti lempar kaleng dan kereta kelinci. Tak ketinggalan, pentas hiburan dan seni musik turut menjadi panggung unjuk gigi bagi kreativitas warga. Namun, magnet utama yang paling mengundang rasa penasaran publik adalah Spesial Show berupa “Wahana Rumah Hantu”, yang memberikan sensasi menegangkan sekaligus menghibur bagi para pengunjung bernyali besar.
Meski dibalut dalam format hiburan pasar malam yang meriah, Mekdi Fest 2026 sejatinya adalah sebuah katalisator pemberdayaan. Acara ini lahir dari keresahan sekaligus tekad para pemuda Karang Taruna Mekar Abadi untuk menciptakan ekosistem organisasi yang mandiri secara finansial, tanpa harus membebani warga dengan pungutan rutin.
Ketua Panitia Mekdi Fest 2026, Novianto, menuturkan bahwa gagasan awal acara ini bertumpu pada dua pilar utama: mengangkat derajat ekonomi warga dan menyokong pendanaan organisasi pemuda.
“Perhelatan Mekdi Fest 2026 ini berjalan dengan sangat lancar dan sukses berkat gotong royong semua pihak. Pada intinya, acara ini kami rancang agar warga sekitar Dukuh Soko yang memiliki usaha UMKM bisa berjualan dan mendapatkan perputaran ekonomi yang baik. Di samping pemberdayaan warga tersebut, ini adalah jalan kami untuk mencapai kemandirian organisasi. Kami sepakat bahwa seluruh hasil dan keuntungan dari penyelenggaraan kegiatan ini seratus persen akan masuk ke kas Karang Taruna Mekar Abadi Dukuh Soko, yang nantinya akan dikembalikan lagi dalam bentuk program-program bermanfaat bagi lingkungan,” papar Novianto.
Semangat berdikari ini diamini secara tegas oleh Ketua Karang Taruna Mekar Abadi, Pandu Saputro. Menurutnya, citra organisasi kepemudaan yang kerap bergantung pada proposal bantuan harus mulai diubah lewat aksi-aksi kewirausahaan sosial yang nyata.
“Mekdi Fest ini adalah wujud konkret dari kemandirian Karang Taruna Mekar Abadi. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda Soko bisa produktif, inovatif, dan mampu mencetak sumber pendaan sendiri secara mandiri. Hasil dari kegiatan ini akan sangat menopang kas karang taruna sehingga ke depannya kami lebih leluasa mengadakan kegiatan sosial. Ini adalah konsep yang indah; kami menyediakan panggung agar UMKM warga laris manis, dan dari situ, kas organisasi kami pun ikut berdaya. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah memeras keringat, serta seluruh warga dan pengunjung yang telah meramaikan acara ini,” ujar Pandu Saputro dengan penuh bangga.
Berakhirnya perhelatan Mekdi Fest 2026 tidak lantas menyurutkan semangat pemuda Soko. Kesuksesan bazar dan pasar malam ini justru menjadi cetak biru (blueprint) bagi Karang Taruna Mekar Abadi untuk terus melahirkan program-program inovatif lainnya. Ke depan, kolaborasi harmonis antara hiburan rakyat, pemberdayaan UMKM, dan kemandirian pemuda ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang terus merawat kerukunan dan kesejahteraan warga Dukuh Soko.






















