Bengkulu – Penguatan kerja sama dan peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan terus menjadi perhatian Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan monitoring dan evaluasi (Monev) dari Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan, Direktorat Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Gayatri Rachmi Rilowati, Rabu (4/11/2026).
Kunjungan yang berlangsung pukul 12.00 hingga 13.30 WIB di Kantor Bapas Kelas I Bengkulu tersebut disambut langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif, sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan koordinasi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan pelaksana tugas di daerah.
Monitoring dan evaluasi ini tidak sekadar menjadi agenda kunjungan kedinasan, tetapi juga menjadi sarana untuk melihat secara langsung pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas, mengidentifikasi kebutuhan penguatan organisasi, serta mendorong optimalisasi kerja sama pemasyarakatan. Aspek kerja sama memiliki peran strategis karena keberhasilan pembimbingan kemasyarakatan tidak dapat dilakukan oleh Bapas sendiri, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, dunia usaha hingga masyarakat.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Bapas memiliki tanggung jawab penting dalam memberikan pembimbingan, pendampingan, pengawasan, serta penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) bagi klien pemasyarakatan. Seluruh proses tersebut membutuhkan jejaring kerja sama yang kuat agar klien mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan potensi, dan kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.
Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Menurutnya, monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran Bapas untuk mendapatkan masukan dan penguatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
” kami menyambut baik kunjungan monitoring dan evaluasi ini. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkuat koordinasi, memperoleh arahan, serta mengevaluasi berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan. Kami menyadari bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh kinerja internal, tetapi juga oleh kuatnya kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Aidil.
Ia menegaskan, Bapas Kelas I Bengkulu akan terus mengembangkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai instansi serta elemen masyarakat. Hal ini penting agar pelayanan pembimbingan dan pengawasan klien semakin efektif, sekaligus membuka peluang dukungan sosial, pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan bagi klien pemasyarakatan.
Dampak yang diharapkan dari penguatan tersebut adalah hadirnya pelayanan yang lebih mudah diakses, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa pemasyarakatan bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan pidana, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun kesempatan kedua melalui pembimbingan dan reintegrasi sosial.
Melalui kunjungan Monev ini, Bapas Kelas I Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dengan kerja sama yang semakin solid, Bapas optimistis dapat menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang PRIMA, humanis, transparan, dan berintegritas, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi klien, keluarga, dan masyarakat luas.




















