SURABAYA — Suasana penuh khidmat, haru, dan lautan manusia menyelimuti kawasan Benowo, Surabaya, pada Senin (24/8/2026) malam. Ribuan jamaah yang terdiri dari segenap santri, wali santri, dewan guru, serta masyarakat luas tumpah ruah memadati halaman Yayasan Pendidikan Al-Mu’awanah untuk mengikuti perhelatan akbar Maulid Tresno Kanjeng Nabi. Mengusung tagline “Ambyarkan Kangenmu!” yang terpampang megah, majelis ini sukses digelar guna menghidupkan kembali kecintaan (mahabbah) serta merawat kerinduan spiritual yang mendalam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW di tengah hiruk-pikuk zaman modern saat ini.
Rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung sangat meriah namun tetap khusyuk. Lantunan sholawat yang bergema bersahutan berhasil menghipnotis para jamaah dan warga Benowo yang hadir tanpa sekat. Puncak acara semakin bernas dengan kehadiran pengasuh Yayasan yang sekaligus penceramah, Gus Abdul Ghaffar Chodri. Di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi lokasi, beliau menyampaikan tausiyah inspiratif mengenai pentingnya membangun hubungan batiniah yang kuat dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Beliau mengingatkan agar kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya berhenti pada lisan, tetapi senantiasa dirawat dalam kehidupan sehari-hari melalui penghayatan sunnah, keteladanan akhlak mulia, serta konsistensi dalam bersholawat.
Sebagai bagian dari kekayaan khazanah keilmuan Islam yang autentik, dalam majelis yang diinisiasi oleh Yayasan Al-Muawanah ini juga dilaksanakan sesi khusus pembacaan Kitab Hadis Arbain Cinta: Dengan Sanad Muttashil Melalui Jalur Periwayatan Ulama Indonesia. Keistimewaan dan kekhusyukan acara semakin terasa karena pembacaan hadis bersanad tersebut memiliki mata rantai keilmuan yang tersambung langsung hingga Rasulullah SAW, sehingga menghadirkan sambungan spiritual yang kuat antara para jamaah yang hadir dan sang panutan agung.
Melalui perhelatan akbar ini, pihak panitia berharap seluruh jamaah, khususnya para santri dan masyarakat Benowo, tidak hanya sekadar merayakan hari kelahiran nabi secara seremonial semata. Lebih dari itu, acara ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi umat untuk menumpahkan rasa rindu yang tertahan, mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga, serta menumbuhkan optimisme agar kelak diakui sebagai umat Rasulullah yang mendapatkan syafaat di Yaumil Akhir.

























