RINGINANOM, BLITAR – Taman Baca Desa Ringinanom, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, kembali bergeliat setelah sempat vakum. Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 68 menghidupkan kembali fasilitas literasi tersebut dengan menghadirkan empat program kerja unggulan yang menyasar siswa Sekolah Dasar, mulai dari Storytime Adventure, Pohon Literasi, Ayo Menulis Cerita, hingga Mading Misteri. Puncak apresiasi dari seluruh program literasi ini diumumkan dalam acara Ringinanom Festival.
Keempat program ini berlangsung selama satu bulan penuh dan melibatkan siswa SD 01 Ringinanom, SD 02 Ringinanom, serta MI Guppi. Kegiatan yang juga berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kreativitas anak-anak di desa setempat. Dukungan dari Perpusnas terlihat nyata dengan penambahan koleksi lebih dari 1.200 buku yang disumbangkan dan ditata rapi di Taman Baca.
“Kami ingin menghidupkan kembali taman baca yang sudah lama tidak terawat. Anak-anak di sini butuh tempat belajar yang menyenangkan dan kami hadirkan program-program yang interaktif,” ujar salah satu mahasiswa MMD UB Kelompok 68.
Bangun Kembali Taman Baca yang Sempat Vakum, 1.200 Buku dari Perpusnas Ditata Rapi

Taman Baca Desa Ringinanom sebelumnya sempat berhenti beroperasi karena keterbatasan pengelola dan kurangnya perhatian. Mahasiswa MMD UB Kelompok 68 memulai dengan membersihkan, merawat, dan menghias ruangan agar lebih nyaman dan menarik bagi anak-anak. Lebih dari 1.200 buku yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional berhasil ditata dan ditata dengan rapi, sehingga koleksi taman baca kini lebih lengkap dan bervariasi.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menerapkan sistem piket harian untuk menjaga taman baca tetap buka dan terawat. Setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, mahasiswa bergantian bertugas untuk melayani anak-anak yang datang membaca, meminjam buku, atau sekadar bermain sambil belajar.
“Kami ingin taman baca ini bukan sekadar ruangan berisi buku, tapi juga menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar. Makanya kami hias semenarik mungkin dan kami jaga setiap hari. Dengan tambahan 1.200 buku dari Perpusnas, koleksi kami jadi semakin lengkap,” jelas mahasiswa lainnya.
Storytime Adventure to Taman Baca, Perkenalkan Bahasa Inggris Sejak Dini

Program pertama adalah Storytime Adventure to Taman Baca, sebuah kegiatan kunjungan literasi yang ditujukan bagi siswa kelas 3 SD. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal Taman Baca sebagai tempat belajar yang menyenangkan.
Mahasiswa membacakan cerita anak berbahasa Inggris secara nyaring, dilanjutkan dengan permainan literasi interaktif, serta aktivitas kreatif menggambar dan menulis kosakata baru. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya meningkatkan minat baca dan kemampuan menyimak, tetapi juga diperkenalkan dengan bahasa Inggris dasar secara menyenangkan.
“Anak-anak sangat antusias mendengar cerita bahasa Inggris. Walaupun belum paham semua kata, mereka tetap semangat mengikuti dan bertanya artinya,” ujar salah satu guru pendamping.
Pohon Literasi, Tanamkan Kebiasaan Membaca Lewat Kreativitas dan Lomba
Program kedua adalah Pohon Literasi yang bertujuan menanamkan kebiasaan membaca melalui pendekatan kreatif. Anak-anak diajak membaca buku, lalu menuliskan judul dan rangkuman singkat pada kertas berbentuk daun. Daun-daun tersebut kemudian ditempelkan pada pohon literasi yang telah disiapkan.
Program ini juga dilombakan. Anak-anak yang paling aktif dan rajin menempelkan daun literasi akan masuk dalam penilaian untuk meraih gelar Queen dan King Literasi. Pengumuman pemenang Queen dan King Literasi dilaksanakan pada puncak acara Ringinanom Festival, menjadi momen yang paling ditunggu oleh para peserta.
“Saya senang bisa menempelkan daun-daun hasil bacaan saya. Semakin banyak membaca, semakin rimbun pohon literasi kami. Saya berharap bisa terpilih menjadi Queen Literasi,” kata salah satu siswa SD 01 Ringinanom dengan penuh semangat.
Ayo Menulis Cerita, Latih Kreativitas dan Kepercayaan Diri

Program ketiga adalah Ayo Menulis Cerita, kegiatan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan minat literasi, kreativitas, serta kemampuan menulis siswa SD. Dalam kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan pada unsur-unsur dasar cerita, seperti tokoh, latar, dan alur.
Setelah memahami unsur-unsur tersebut, mereka dibimbing untuk membuat cerita sederhana berdasarkan imajinasi atau pengalaman mereka sendiri. Kegiatan ini juga dilombakan, dengan karya-karya terbaik mendapatkan apresiasi di Ringinanom Festival. Program ini diharapkan mampu membangun kepercayaan diri anak dalam mengungkapkan ide dan membiasakan mereka menuangkan pikiran ke dalam bentuk tulisan.
Mading Misteri, Perburuan Petunjuk di Taman Baca

Program keempat adalah Mading Misteri, sebuah kegiatan literasi berbasis permainan (game-based learning) yang dikemas dalam bentuk lomba kelompok dengan konsep perburuan petunjuk (treasure hunt). Peserta harus mencari dan membaca buku untuk menemukan petunjuk yang kemudian digunakan sebagai bahan pembuatan mading.
Setelah mading selesai, hasilnya dipresentasikan di hadapan kelompok lain dan dipajang di Taman Baca Desa sebagai bentuk apresiasi serta cinderamata kegiatan. Program ini menjadi favorit karena menggabungkan petualangan, membaca, dan kreativitas dalam satu kegiatan.
“Anak-anak sangat bersemangat mencari petunjuk dari buku. Mereka jadi tidak sadar bahwa sebenarnya mereka sedang membaca banyak buku. Ini cara yang efektif untuk membuat anak-anak jatuh cinta pada membaca,” ujar Fadhila sebagai penanggung jawab kegiatan.
Puncak Apresiasi di Ringinanom Festival

Puncak dari seluruh program literasi ini adalah pengumuman para pemenang lomba dalam acara Ringinanom Festival. Para pemenang lomba Ayo Menulis Cerita mendapat penghargaan atas karya tulis terbaik mereka. Sementara itu, gelar Queen dan King Literasi diberikan kepada peserta yang paling aktif dan rajin dalam kegiatan Pohon Literasi. Momen haru dan bangga terlihat dari wajah anak-anak yang menerima penghargaan.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme anak-anak dalam mengikuti seluruh program literasi. Semua kerja keras mereka selama satu bulan ini kami apresiasi di Ringinanom Festival,” ujar Koordinator Desa, Goldie Eleanora.
Kelompok 68 MMD UB 2026 menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya atas dukungan pendanaan, fasilitasi, dan kepercayaan penuh yang diberikan sehingga program literasi ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak nyata bagi anak-anak Desa Ringinanom.
Tak lupa, rasa hormat dan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 68, Dr. Arif Yustina Maulana Noor, S.TP., M.Agr. yang dengan sabar dan penuh dedikasi telah memberikan arahan, masukan konstruktif, serta motivasi kepada seluruh mahasiswa sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan. Bimbingan dan keteladanan beliau menjadi energi positif yang mendorong tim untuk terus berinovasi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) atas kolaborasi dan dukungan yang luar biasa, terutama melalui sumbangan lebih dari 1.200 buku yang telah memperkaya koleksi Taman Baca Desa Ringinanom. Dukungan dari Perpusnas menjadi nilai tambah yang sangat berarti bagi keberlanjutan program literasi ini.
Harapan untuk Literasi Ringinanom
Kegiatan literasi ini diharapkan tidak berhenti setelah MMD usai. Mahasiswa berharap taman baca yang telah dihidupkan kembali dengan koleksi 1.200 buku dari Perpusnas tetap terjaga dan dimanfaatkan oleh warga, terutama anak-anak, sebagai tempat belajar dan mengembangkan kreativitas.
“Semoga semangat membaca dan menulis terus hidup di Ringinanom. Taman baca ini adalah warisan yang harus dijaga bersama. Kami berharap anak-anak terus datang, membaca, dan berkarya,” pungkas perwakilan mahasiswa di akhir kegiatan.

























