Yogyakarta, 4 September 2026 — Pembelajaran berkelanjutan dapat dimulai dari hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut diwujudkan oleh lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) di SMA N 7 Yogyakarta melalui kegiatan pemanfaatan limbah kulit buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi eco enzim pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan cara mengolah limbah organik, tetapi juga menjadikan solusi atas permasalahan lingkungan di sekitar sekolah sebagai bagian dari pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna.
Dalam kegiatan tersebut, limbah kulit buah yang dihasilkan dari konsumsi MBG dikumpulkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan eco enzim. Melalui proses tersebut, mahasiswa PK UNY mengenalkan bahwa limbah organik tidak selalu harus berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali melalui proses yang tepat. Pemanfaatan limbah menjadi eco enzim sekaligus memberikan pengalaman nyata mengenai penerapan konsep biologi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik dapat melihat secara langsung keterkaitan antara materi yang dipelajari, permasalahan lingkungan, serta upaya pemanfaatan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.
Eco enzim dalam kegiatan ini ditempatkan bukan sekadar sebagai hasil pengolahan limbah, melainkan sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan kesadaran tentang keberlanjutan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa menjaga lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan mengenai pencemaran atau sampah, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti mengurangi dan memanfaatkan kembali limbah yang dihasilkan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan berpikir, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesadaran bahwa keberlanjutan merupakan bagian dari kebiasaan yang dapat dibangun sejak berada di lingkungan sekolah.
Melalui program PK ini, lima mahasiswa UNY berupaya menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan, praktik, dan kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan. Pemanfaatan kulit buah MBG menjadi eco enzim di SMA N 7 Yogyakarta diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan praktik, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab di lingkungan sekolah. Dengan demikian, eco enzim tidak hanya menjadi produk dari proses pemanfaatan limbah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mengajarkan bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.























