Official Whatsapp
  • Contact Us
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Ditayangkan?
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Lidah yang Tak Pernah Karantina

Dinda Fatimah Zahra by Dinda Fatimah Zahra
29 July 2026
in Opini
A A
0
UniCuritiba Ensino de Qualidade para sua Jornada Profissional
859
SHARES
1.2k
VIEWS

Ada kemungkinan, pagi ini, sebelum kopi Anda benar-benar dingin, seseorang sedang kehilangan nama baiknya.

Bukan di ruang sidang. Bukan pula di kantor polisi.

Melainkan di sebuah tempat yang ukurannya hanya beberapa inci: layar ponsel.

Mungkin bermula dari sebuah video berdurasi lima belas detik. Potongan percakapan yang kehilangan awal dan akhir. Tangkapan layar tanpa tanggal. Atau satu kalimat sederhana yang diawali dengan kata paling berbahaya dalam sejarah percakapan manusia:

“Katanya…”

Aneh, bukan?

Kita bisa sangat hati-hati ketika menerima uang dari orang lain. Kita meminta bukti, tanda tangan, bahkan perjanjian tertulis. Namun, ketika kabar buruk tentang seseorang melintas di layar, kehati-hatian sering kali berubah menjadi rasa penasaran.

Yang penting bukan lagi apakah kabar itu benar.

Yang penting: apakah orang lain sudah melihatnya?

“Eh, sudah tahu belum?”

Kalimat itu mungkin terdengar biasa. Tidak ada nada jahat. Tidak ada niat terang-terangan untuk menghancurkan seseorang. Banyak orang yang menyebarkan kabar hanya merasa sedang berbagi informasi, sedang ikut percakapan, sedang menjadi bagian dari sesuatu yang sedang ramai.

Tidak ada yang merasa sedang menjadi pelaku. Sebab di zaman digital, penyebaran kabar buruk sering terjadi tanpa wajah. Tidak ada satu orang yang merasa bertanggung jawab sepenuhnya. Semua hanya meneruskan sesuatu yang sebelumnya sudah diteruskan orang lain.

Satu jempol bergerak. Satu unggahan berpindah. Satu nama perlahan berubah menjadi cerita yang tidak lagi bisa dikendalikan pemiliknya.

Padahal, reputasi manusia dibangun dengan cara yang lambat. Bertahun-tahun seseorang berusaha menjadi baik, bekerja, menjaga hubungan, membangun kepercayaan. Namun, semua itu dapat diguncang hanya oleh beberapa detik video yang kehilangan konteks.

Internet memiliki ingatan yang panjang, tetapi sering kali memiliki kesabaran yang pendek.

Kita hidup dalam zaman ketika klarifikasi datang terlambat, sementara tuduhan sudah lebih dulu melakukan perjalanan.

Sebenarnya, manusia tidak pernah benar-benar berhenti membicarakan manusia lain.

Jauh sebelum media sosial hadir, gosip sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial. Ia hidup di warung kopi, halaman rumah, pasar, ruang kerja, hingga percakapan kecil setelah sebuah pertemuan selesai.

Antropolog Max Gluckman pernah melihat gosip bukan semata sebagai kebiasaan buruk, melainkan sebagai mekanisme sosial. Melalui percakapan tentang orang lain, sebuah kelompok sebenarnya sedang membicarakan nilai, aturan, dan batas perilaku yang dianggap pantas.

Ketika masyarakat kecil membicarakan seseorang yang melanggar norma, yang sedang dipertaruhkan bukan hanya nama orang tersebut. Ada pesan yang sedang dikirim kepada anggota kelompok lain: begini cara kita hidup bersama.

Dulu, gosip memiliki ruang yang terbatas. Ia berhenti ketika percakapan selesai. Kini, gosip memiliki algoritma. Ia bisa berjalan lebih jauh daripada orang yang membicarakannya.

Media sosial tidak pernah benar-benar bertanya apakah sebuah kabar benar atau salah. Ia hanya menghitung berapa lama seseorang berhenti menggulir layar.

Semakin membuat marah, semakin mengundang perdebatan. Semakin kontroversial, semakin besar peluangnya muncul kembali di hadapan pengguna lain.

Dalam ekonomi perhatian, emosi manusia menjadi bahan bakar. Kemarahan, rasa malu, keterkejutan, bahkan kebencian dapat berubah menjadi angka: jumlah tayangan, komentar, dan bagikan.

Sebuah cerita tidak harus benar untuk menjadi besar. Ia hanya harus menarik.

Di titik inilah gosip mengalami perubahan besar. Ia tidak lagi sekadar menjadi percakapan sosial. Ia menjadi pertunjukan.

Sosiolog Erving Goffman pernah menjelaskan bahwa manusia dalam kehidupan sosial selalu melakukan pengelolaan kesan. Kita memilih bagaimana ingin dilihat oleh orang lain. Kita membangun “panggung” tertentu agar identitas kita diterima.

Namun, media sosial membuat panggung itu menjadi sangat rapuh.

Seseorang tidak lagi hanya berhadapan dengan lingkungan terdekatnya. Ia berhadapan dengan ribuan bahkan jutaan mata yang tidak mengenalnya secara utuh.

Masalahnya, publik digital sering kali mengenal seseorang melalui potongan.

Bukan keseluruhan cerita.

Kita menilai seseorang dari satu unggahan, satu komentar, satu ekspresi wajah, atau satu momen yang mungkin tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi konsumsi bersama.

Manusia yang kompleks dipadatkan menjadi sebuah narasi pendek.

Baik atau buruk. Pahlawan atau penjahat. Benar atau salah. Tidak ada ruang yang cukup untuk keraguan.

Barangkali persoalan terbesar hari ini bukan karena manusia masih bergosip.

Baca Juga

Ilustrasi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari

Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari: Teknologi yang Memudahkan Aktivitas Manusia

28 October 2026
IMG 20261028 WA0000

Checkout Boleh, Boncos Jangan: Strategi Cerdas Mengelola Keuangan

28 October 2026
sumpah pemuda ahmad madani generasi muda kesempatan

Sumpah Pemuda: Ketika Kita Terlalu Sibuk Menuntut, tetapi Lupa Membuka Jalan

28 October 2026
BA958EB3 6658 4103 BA11 269AE282FD8B

Ngopi Jalan, Tabungan Aman: Edukasi Finansial untuk Gen Z

26 October 2026

Manusia selalu melakukannya.

Persoalannya adalah ketika setiap bisikan memiliki pengeras suara.

Ketika satu percakapan kecil dapat berubah menjadi pengadilan terbuka.

Ketika rasa ingin tahu lebih cepat bergerak daripada upaya memahami.

Dan ketika sebuah nama yang tidak pernah kita kenal, bisa kita hancurkan hanya karena kita merasa sedang tidak melakukan apa-apa.(*)

    Tags: lidah
    Share344Tweet215Share60Pin77SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    Harapan Itu Kini Mengalir, Sumur Bor TMMD Hadirkan Air Bersih untuk Warga Pangburangan

    Next Post

    Mahasiswa Membangun Desa UB Ajak Warga Manfaatkan Limbah Dapur Organik

    Dinda Fatimah Zahra

    Dinda Fatimah Zahra

    Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan atau pemilik nama pena Faqod Faaz percaya bahwa setiap manusia menyimpan cerita yang layak didengar. Mahasiswa Sosiologi Unusia ini menulis tentang perempuan, keluarga, pendidikan, dan berbagai wajah kehidupan sosial yang sering luput diperhatikan. Aktif sebagai redaktur Katasulsel.com dan kontributor NU Online serta sejumlah media digital. Jejaknya dapat ditelusuri melalui Instagram @difaatimah_13 dan @faq_odfaaz.

    Related Posts

    Ilustrasi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari

    Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari: Teknologi yang Memudahkan Aktivitas Manusia

    28 October 2026
    IMG 20261028 WA0000

    Checkout Boleh, Boncos Jangan: Strategi Cerdas Mengelola Keuangan

    28 October 2026
    sumpah pemuda ahmad madani generasi muda kesempatan

    Sumpah Pemuda: Ketika Kita Terlalu Sibuk Menuntut, tetapi Lupa Membuka Jalan

    28 October 2026
    BA958EB3 6658 4103 BA11 269AE282FD8B

    Ngopi Jalan, Tabungan Aman: Edukasi Finansial untuk Gen Z

    26 October 2026
    Next Post
    Foto Bersama PKK Desa Teguhan

    Mahasiswa Membangun Desa UB Ajak Warga Manfaatkan Limbah Dapur Organik

    IMG 20260728 WA0003

    Menuju Sertifikasi Halal Dapur, Lapas Arjasa Ikuti Zoom Pra Audit Bersama Unair dan MUI Sumenep

    Personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0601/Pandeglang menikmati sarapan pagi bersama di rumah orang tua asuh sebelum melaksanakan kegiatan pembangunan di Desa Pasirgadung, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Rabu (29/7/2026).

    Sebelum Bekerja, Satgas TMMD Ke-129 Nikmati Sarapan dari Orang Tua Asuh

    AAGVtcZw2Jk 178331823001

    telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Enrekang yang membahas pelaksanaan kegiatan Redistribusi Tanah

    SnapInsta.to 735260605 18546511063076709 4017961344632859021 n 2

    Pemerintah menerima komitmen hibah lahan seluas 30 hektare dari PT Lippo Cikarang di kawasan Meikarta untuk mendukung program 3 Juta Rumah

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 10 29 at 13.42.14

    Sinergi Bersama Media, Lapas Mojokerto Hadiri HUT Satu Dekade Sekilas Media

    29 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 29 at 09.14.29 2

    Perkuat Pembinaan Kepribadian, Rutan Bengkulu Fasilitasi Kegiatan Kerohanian Agama Buddha bagi WBP

    29 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 29 at 10.48.21

    Peduli Kesehatan Masyarakat, Rutan Bengkulu Dukung Program Cek Kesehatan Gratis

    29 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 29 at 09.14.31 1

    Jaga Stabilitas Keamanan, Petugas Rutan Bengkulu Pastikan Kondisi Blok Hunian Aman pada Malam Hari

    29 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 29 at 09.14.29 1

    Jaga Kebugaran Sejak Awal Masa Pembinaan, WBP Mapenaling Rutan Bengkulu Ikuti Senam Bersama

    29 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 29 at 09.14.29

    Wujudkan Pelayanan Humanis, Rutan Bengkulu Pastikan Pembagian Makanan bagi WBP Berjalan Lancar

    29 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita