Bojongmekar, Bandung Barat — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sisdamas Kelompok 35 Desa Bojongmekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, melaksanakan berbagai program kerja sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 1 yang meliputi RW 01, RW 02, dan RW 10 serta RW 03 Desa Bojongmekar. Berbagai program disusun berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat, dengan mencakup bidang pendidikan, sosial budaya, pertanian, peternakan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, Kelompok 35 melaksanakan kegiatan les bagi anak-anak di RW 02 dengan materi Matematika, Bahasa Inggris, dan agama. Mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar di SDN Bojongmekar serta mengajar di madrasah yang berada di RW 10. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan belajar secara langsung. Selain membantu proses pembelajaran, mahasiswa berupaya menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Masih dalam bidang pendidikan dan sosial budaya, mahasiswa Kelompok 35 turut mengikuti kegiatan pertukaran budaya bersama para volunteer dari Korea Selatan di SD Ciwaru. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal budaya dari negara lain secara langsung, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada para volunteer. Interaksi dilakukan melalui kegiatan bersama yang melibatkan siswa dan volunteer sehingga tercipta suasana belajar yang lebih terbuka dan menyenangkan. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dan siswa dalam memahami keberagaman budaya serta pentingnya komunikasi lintas budaya.
Pada bidang sosial dan budaya masyarakat, Kelompok 35 turut berpartisipasi dalam persiapan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mahasiswa mendampingi dan melatih anak-anak dalam tari tradisional, serta melatih kabaret yang diperankan oleh bapak-bapak di RW 02. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi persiapan untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan partisipasi warga dan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut mendukung pelestarian seni dan budaya sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Pada bidang pertanian, Kelompok 35 bersama dua kelompok KKN lainnya melaksanakan penyuluhan pertanian di RW 01 yang melibatkan para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bojongmekar. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam bidang pertanian. Pelaksanaan penyuluhan juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan para petani dan memahami kondisi pertanian di Desa Bojongmekar.
Sementara itu, pada bidang peternakan, mahasiswa melaksanakan penyuluhan mengenai silase sebagai alternatif pakan ternak domba pada musim kemarau. Kegiatan yang dilaksanakan di RW 02 tersebut mencakup warga Dusun 1 dan RW 03. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 25 orang, sehingga kegiatan ini menjadi salah satu program dengan jumlah audiens terbanyak selama pelaksanaan KKN. Materi disampaikan oleh Ibu Shinta, yang memiliki keahlian di bidang peternakan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan silase sebagai salah satu alternatif pakan ketika ketersediaan pakan hijauan mulai terbatas pada musim kemarau.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, Kelompok 35 juga memberikan 50 bibit cabai kepada Desa Bojongmekar. Bibit tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai bagian dari kegiatan pertanian di lingkungan desa. Pemberian bibit menjadi salah satu upaya sederhana dalam mendukung pemanfaatan potensi pertanian sekaligus mendorong masyarakat untuk mengembangkan tanaman yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dalam bidang pengembangan karakter anak, mahasiswa melaksanakan penyuluhan kepada siswa kelas 6 SD mengenai self-love dan self-worth. Materi diberikan untuk membantu siswa memahami pentingnya menghargai diri sendiri, mengenali kelebihan dan kekurangan, serta membangun kepercayaan diri. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia siswa agar lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada bidang perekonomian masyarakat, Kelompok 35 melaksanakan kegiatan pemberdayaan terhadap UMKM Cireng dan UMKM Sale. Bentuk kegiatan berupa pemberian alat-alat produksi serta bantuan dalam penyediaan banner dan stiker sebagai identitas pada kemasan produk. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMKM dalam menunjang proses produksi sekaligus memperkuat identitas produk agar lebih mudah dikenali oleh konsumen. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui dukungan langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Selain bidang program pendidikan, sosial, pertanian, peternakan, dan ekonomi, Kelompok 35 juga melaksanakan program di bidang administratif yaitu pembuatan pemetaan wilayah Desa Bojongmekar. Pemetaan dilakukan dalam bentuk fisik, dan digital untuk membantu mengetahui batas wilayah terbaru pada setiap RW di desa.
Secara keseluruhan, rangkaian program kerja KKN Sisdamas Kelompok 35 Desa Bojongmekar mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial budaya, pertanian, peternakan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain menjalankan program yang telah direncanakan, mahasiswa juga memperoleh pengalaman melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengabdian kepada masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, membangun komunikasi, dan belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung.






















