Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui penebaran 12.000 benih ikan lele di kolam budidaya. Kegiatan yang melibatkan petugas bersama warga binaan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Penebaran benih dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Mojokerto, Rabu (29/7).
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, mengatakan bahwa pengembangan budidaya perikanan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian warga binaan.”Program tersebut juga menjadi implementasi nyata dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin kedelapan tentang mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia,”jelas Arifin.
Selaras, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Bambang Budiantoro Hutabarat, menyampaikan pembinaan dari petugas ke warga binaan, program budidaya lele terus dikembangkan sebagai salah satu pembinaan produktif yang berkelanjutan. “Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang hasil produksi, tetapi juga tentang membangun keterampilan, kedisiplinan, dan semangat produktif bagi warga binaan. Melalui kolaborasi antara petugas dan warga binaan, kami berkomitmen terus mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan,” ujar Bambang.
Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang perikanan yang diharapkan dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke masyarakat.




















