Persoalan sampah masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Pasireurih, Kabupaten Bogor. Sampah plastik yang kerap ditemukan berserakan di lingkungan rumah warga maupun berasal dari limbah rumah tangga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam Program UM Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Pulang Kampung Kelompok 10 menginisiasi program “Sampah Bernilai” sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus memberikan nilai guna pada limbah plastik.
Melalui program ini, mahasiswa mengumpulkan sampah plastik kering dari lingkungan sekitar dan rumah-rumah warga. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah, dicuci, dikeringkan, serta dipotong menjadi bagian-bagian kecil sebelum dipadatkan ke dalam botol plastik berukuran 600 ml sehingga menjadi ecobrick. Selama kurang lebih 30 hari pelaksanaan program, tim berhasil menghasilkan 150 ecobrick dengan total pemanfaatan sampah plastik mencapai sekitar 18 kilogram.
Ecobrick yang dihasilkan tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pengurangan sampah plastik, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan papan nama gang di RW 07 Desa Pasireurih. Dengan demikian, sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini memiliki fungsi nyata sebagai sarana penunjang fasilitas lingkungan.
Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Melalui pemanfaatan ecobrick, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan kesadaran bahwa sampah plastik bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola secara tepat. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

























