Peran perguruan tinggi tidak terbatas pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menuntut kontribusi nyata terhadap kehidupan masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) hadir sebagai sarana mahasiswa untuk mempraktikkan kompetensi akademiknya dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Atas dasar itu, mahasiswa KKN Kelompok 31 Universitas Muhammadiyah Surabaya melaksanakan pengabdian masyarakat di Kampung Ketandan, RW 04, Kelurahan Genteng, Surabaya, selama kurang lebih satu bulan. Bersama warga, mereka menyusun dan menjalankan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan wisata berbasis budaya.
Kampung Ketandan dipilih karena memiliki nilai historis yang kuat serta potensi besar sebagai destinasi wisata perkotaan di Surabaya. Namun, agar potensi tersebut dapat dioptimalkan, dibutuhkan dukungan dari berbagai sisi, seperti penataan lingkungan, peningkatan kesadaran pengelolaan sampah, dan pemberdayaan warga agar mampu memanfaatkan sumber daya yang ada secara lebih produktif.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan perangkat kampung serta warga, mahasiswa menyusun program kerja yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dirancang untuk memberi manfaat jangka panjang. Semangat kolaborasi menjadi dasar pelaksanaan seluruh program, dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari prosesnya.
Salah satu program unggulan adalah revitalisasi kawasan lewat pembuatan mural edukatif yang mengangkat sejarah, budaya, dan identitas Kampung Ketandan. Mural ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai media edukasi bagi warga dan wisatawan. Ditunjang pembangunan spot foto bertema heritage, kawasan ini menjadi semakin menarik sebagai destinasi wisata.
Untuk generasi muda, program pendampingan belajar dan mengaji dihadirkan dengan suasana yang lebih interaktif melalui kombinasi materi pendidikan, permainan edukatif, diskusi santai, serta pemberian apresiasi. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan agar anak-anak semakin termotivasi mengembangkan kemampuannya.
Dalam bidang kesehatan, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala. Pemeriksaan bagi warga dewasa dan lansia dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit yang umum muncul seiring bertambahnya usia. Edukasi mengenai pola makan seimbang dan pentingnya aktivitas fisik juga diberikan untuk menjaga kualitas hidup warga.
Kebersamaan warga turut diperkuat melalui berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Program yang paling mencerminkan keberlanjutan adalah pemanfaatan galon bekas menjadi lampu hias dan komposter rumah tangga. Melalui pelatihan ini, warga diajarkan cara sederhana mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai fungsi dan estetika. Lampu hias digunakan untuk mempercantik lingkungan, sedangkan komposter dimanfaatkan mengolah sampah organik menjadi pupuk, sehingga membantu mengurangi limbah sekaligus menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungan.
Rangkaian program ini menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat tidak selalu bergantung pada proyek besar, melainkan dapat dimulai dari langkah sederhana yang didukung partisipasi aktif semua pihak. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat, sementara warga menjadi pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan program.
Melalui kolaborasi ini, KKN tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensinya. Diharapkan berbagai inovasi yang telah diperkenalkan dapat terus berlanjut secara mandiri, sehingga Kampung Ketandan semakin berkembang menjadi kawasan bersih, kreatif, sehat, dan menarik sebagai kampung wisata budaya di Surabaya.
Pengalaman ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan gotong royong dan kepedulian sosial, pengabdian menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda tahunan.
























