Bengkulu – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang kembali dibuktikan melalui razia insidentil yang digelar di Blok C (Pidana Umum), Kamis (23/07). Kegiatan ini menjadi pesan tegas bahwa pengawasan di dalam lapas tidak pernah mengenal kata lengah.
Razia dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Lapas Kelas IIA Bengkulu, Hilmawan Indra Waskito, didampingi Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi ADM Kamtib), Supian Natalis. Tim yang terdiri atas Regu Pengamanan, Staf KPLP, Staf Kamtib, serta diperkuat oleh Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas), bergerak menyisir tiga kamar hunian di Blok C secara menyeluruh dan humanis.
Setiap sudut kamar diperiksa dengan cermat untuk memastikan tidak ada barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan maupun ketertiban. Pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi hak-hak warga binaan, sehingga pelaksanaan razia berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Ka. KPLP Lapas Bengkulu, Hilmawan Indra Waskito, menegaskan bahwa razia insidentil merupakan bagian dari langkah preventif yang dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Razia bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk nyata komitmen kami menjaga Lapas Bengkulu tetap aman dan bersih dari barang-barang terlarang. Kami ingin memastikan seluruh warga binaan menjalani proses pembinaan dalam lingkungan yang kondusif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Hilmawan.
Senada dengan itu, Kasi ADM Kamtib Supian Natalis menyampaikan bahwa sinergi antara jajaran pengamanan dan Taruna Poltekimipas menjadi momentum pembelajaran sekaligus penguatan budaya kerja yang mengedepankan kewaspadaan, integritas, dan profesionalisme.
Menurutnya, kehadiran para taruna dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai pelaksanaan pengamanan di lapangan sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern dan berintegritas.
Razia insidentil ini merupakan implementasi nyata komitmen Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan keamanan, pemberantasan peredaran barang terlarang, serta optimalisasi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik bahwa pembinaan warga binaan dilaksanakan dalam lingkungan yang aman, tertib, dan berintegritas.

















