Bengkulu – Di balik tembok tinggi yang identik dengan pembinaan warga binaan, semangat untuk melindungi masa depan bangsa justru bergema semakin kuat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 pada Kamis (23/07) di lapangan utama Lapas sebagai bentuk komitmen mendukung gerakan nasional dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh seluruh pejabat struktural, pegawai, serta Regu Pengamanan I dan III. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Slamet Santoso, dengan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai pedoman Upacara Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema tersebut menjadi seruan moral bahwa anak bukan sekadar penerus bangsa, tetapi juga subjek pembangunan yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun ancaman di ruang digital.
Momentum ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, melainkan dari kemampuan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi setiap anak. Sebab, anak-anak yang terlindungi hari ini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dibacakan pada upacara tersebut, pemerintah juga mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, hingga keluarga untuk memperkuat kolaborasi melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gemas #RANA) dan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak). Gerakan tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Bengkulu, Slamet Santoso, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian seluruh elemen bangsa terhadap hak-hak anak sebagai generasi penerus Indonesia.
“Tidak ada investasi yang lebih berharga selain melindungi anak-anak Indonesia. Mereka adalah harapan bangsa yang kelak menentukan arah negeri ini. Karena itu, Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, bebas dari kekerasan, serta memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Ketika kita melindungi anak hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Indonesia,” tegas Slamet Santoso.
Ia menambahkan, semangat Hari Anak Nasional juga sejalan dengan nilai-nilai yang terus dibangun di lingkungan pemasyarakatan, yakni menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada perlindungan hak anak.
Peringatan Hari Anak Nasional di Lapas Kelas IIA Bengkulu menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan dapat tumbuh di mana saja, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Dari balik tembok pembinaan, lahir sebuah pesan yang menggugah hati: masa depan Indonesia dimulai dari keberanian seluruh bangsa untuk mencintai, melindungi, dan memenuhi hak setiap anak tanpa terkecuali. Dengan semangat tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkulu terus berkomitmen mendukung terciptanya Indonesia yang lebih ramah anak sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.




















