LAMONGAN— Dewan Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, melaksanakan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 17 Agustus 2026 ini menjadi wujud komitmen seluruh tenaga pendidik untuk terus melakukan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran, iklim sekolah, kepemimpinan, serta berbagai aspek pendukung lainnya demi terciptanya pendidikan yang semakin berkualitas.
Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) merupakan instrumen resmi yang menjadi bagian dari Asesmen Nasional. Berbeda dengan asesmen yang mengukur hasil belajar peserta didik, Sulingjar berfokus pada penilaian terhadap lingkungan belajar yang memengaruhi proses pendidikan di satuan pendidikan. Melalui survei ini, pemerintah memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi sekolah sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan.
Pelaksanaan Sulingjar di MTs Muhammadiyah 20 Menongo diikuti oleh Kepala Madrasah beserta seluruh Dewan Guru yang telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Seluruh peserta mengisi survei secara mandiri melalui sistem daring pada laman resmi [https://dashboard.kemenag.go.id/sulingjar](https://dashboard.kemenag.go.id/sulingjar) menggunakan akun Single Sign-On (SSO) token, dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang telah disiapkan oleh operator madrasah.
Kegiatan ini mengacu pada Surat Edaran Nomor 0212/B/F/SK.02.02/2026 yang mengatur pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, setiap guru diminta menjawab seluruh pertanyaan secara jujur berdasarkan kondisi nyata yang mereka alami di lingkungan sekolah. Kejujuran dalam memberikan jawaban menjadi kunci utama agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi madrasah secara objektif dan dapat dijadikan dasar penyusunan program peningkatan mutu pendidikan.
Pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Tahun 2026 sebagai bagian dari Asesmen Nasional untuk mengevaluasi kualitas lingkungan belajar di MTs Muhammadiyah 20 Menongo.
Kepala Madrasah dan seluruh Dewan Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Sukodadi Lamongan yang terdaftar dalam Dapodik.
MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, dengan pengisian survei secara daring melalui sistem resmi.
Periode pelaksanaan nasional mulai 20 Juli hingga 17 Agustus 2026
Untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kualitas proses pembelajaran, iklim sekolah, kepemimpinan, serta sarana prasarana sehingga dapat menjadi dasar perbaikan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Seluruh guru mengakses sistem menggunakan akun SSO, token, dan NPSN, kemudian mengisi seluruh instrumen survei secara mandiri, objektif, serta sesuai kondisi riil di lingkungan madrasah.
Sulingjar menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun budaya evaluasi di sekolah. Jika sebelumnya keberhasilan pendidikan lebih banyak diukur melalui nilai akademik peserta didik, kini pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas lingkungan yang mendukung proses belajar. Dengan demikian, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan bagaimana proses pembelajaran berlangsung setiap hari.
Dalam survei tersebut terdapat sejumlah indikator penting yang dievaluasi. Pertama adalah kualitas proses pembelajaran, yakni bagaimana guru merancang pembelajaran, melibatkan peserta didik secara aktif, serta memberikan umpan balik yang mampu meningkatkan kompetensi siswa.
Aspek kedua adalah iklim keamanan sekolah, yang menilai sejauh mana lingkungan madrasah menjadi tempat yang aman, nyaman, tertib, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan sehingga peserta didik dapat belajar dengan tenang.
Selanjutnya, survei juga mengukur iklim kebinekaan dan inklusivitas, yaitu bagaimana warga sekolah menghargai perbedaan, membangun sikap saling menghormati, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.
Aspek berikutnya adalah kepemimpinan kepala madrasah, meliputi kemampuan dalam memimpin lembaga, membangun budaya kerja yang positif, memotivasi guru, mengelola sumber daya, hingga mengarahkan pengembangan sekolah secara berkelanjutan.
Selain itu, Sulingjar juga mengevaluasi dukungan sarana dan prasarana, termasuk kelayakan fasilitas pembelajaran, ketersediaan media belajar, serta berbagai faktor penunjang yang mendukung proses pendidikan berjalan secara optimal.
Bagi keluarga besar MTs Muhammadiyah 20 Menongo, pelaksanaan Sulingjar bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. Lebih dari itu, survei ini menjadi momentum refleksi bersama untuk melihat secara jujur berbagai kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki madrasah. Data yang dihasilkan akan menjadi pijakan dalam menyusun program kerja yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.
Melalui hasil survei tersebut, madrasah diharapkan mampu mengenali berbagai kekuatan yang perlu dipertahankan sekaligus menemukan aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan. Selanjutnya, data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan peningkatan kualitas layanan pendidikan sehingga peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang semakin aman, nyaman, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Kepala Madrasah bersama seluruh Dewan Guru menyambut pelaksanaan Sulingjar 2026 dengan penuh tanggung jawab. Mereka meyakini bahwa partisipasi aktif seluruh pendidik akan menghasilkan data yang valid sehingga dapat digunakan sebagai acuan penyusunan Profil Pendidikan dan Rapor Pendidikan madrasah untuk satu hingga dua tahun ke depan.
Semangat tersebut juga sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam membangun lembaga pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan berkarakter Islami. Evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin profesional serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Pelaksanaan Sulingjar Tahun 2026 di MTs Muhammadiyah 20 Menongo menunjukkan bahwa guru tidak hanya menjalankan tugas mengajar di dalam kelas, tetapi juga memiliki komitmen untuk terus melakukan refleksi, evaluasi, dan perbaikan terhadap proses pendidikan yang mereka laksanakan. Budaya evaluasi inilah yang diharapkan mampu melahirkan lingkungan belajar yang semakin kondusif, inovatif, dan berkualitas.
Dengan terlaksananya Survei Lingkungan Belajar Tahun 2026, MTs Muhammadiyah 20 Menongo berharap seluruh hasil yang diperoleh dapat menjadi pijakan dalam menghadirkan pendidikan yang lebih baik, lebih adaptif terhadap perubahan, serta mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia, cerdas, berprestasi, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Mari jadikan hasil Sulingjar 2026 sebagai langkah awal menuju perbaikan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
#Sulingjar2026 #LingkunganBelajarBerkualitas**
MTs Muhammadiyah 20 Menongo — Bergerak, Reflektif, dan Berkualitas!
























