Selomerto, Wonosobo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kelompok 044 Kelurahan Selomerto, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, melaksanakan kegiatan “Gerakan Hidroponik Desa: Pemanfaatan Lahan Sempit untuk Budidaya Sayuran Sehat” sebagai salah satu upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan budidaya tanaman.
Kegiatan ini mengangkat hidroponik sebagai salah satu alternatif bercocok tanam yang dapat diterapkan di lingkungan rumah. Dengan memanfaatkan metode hidroponik, masyarakat dapat membudidayakan sayuran meskipun memiliki keterbatasan lahan, seperti halaman rumah, teras, maupun area kecil lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMP Kelompok 044 memberikan penjelasan mengenai konsep dasar hidroponik, alat dan bahan yang diperlukan, serta tahapan budidaya tanaman. Masyarakat juga diperkenalkan dengan proses penanaman dan perawatan sayuran menggunakan sistem hidroponik sehingga dapat memperoleh gambaran mengenai penerapannya secara langsung.
Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media utama. Tanaman memperoleh kebutuhan air dan nutrisi melalui larutan yang telah disiapkan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman. Metode ini menjadi salah satu pilihan yang cukup praktis untuk diterapkan di lingkungan permukiman dengan keterbatasan lahan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMP Kelompok 044 berharap masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Budidaya hidroponik juga dapat menjadi salah satu langkah dalam mendukung ketersediaan sayuran segar dan sehat bagi keluarga sekaligus menjadikan lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi lebih produktif.
Kegiatan Gerakan Hidroponik Desa menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMP Kelompok 044 dalam mendorong masyarakat Kelurahan Selomerto untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan lingkungan sekitar. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dikembangkan sehingga pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya sayuran dapat menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.






















