Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Sorot

Fenomena Karhutla: Efek Anomali Iklim Semesta ataukah Dampak Pengabaian Ekosistem Flora?

AHMAD ROYHAN FIRDAUS by AHMAD ROYHAN FIRDAUS
21 August 2026
in Sorot
A A
0
20260821 164736
860
SHARES
1.2k
VIEWS

Setiap musim kemarau datang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghiasi pemberitaan. Asap mengepul, kualitas udara menurun, aktivitas masyarakat terganggu, sementara flora dan fauna kehilangan ruang hidupnya. Karhutla seolah menjadi persoalan tahunan yang selalu berulang, memunculkan pertanyaan mendasar: apakah bencana ini semata-mata akibat anomali iklim, atau merupakan konsekuensi dari pengabaian manusia terhadap ekosistem? Jawabannya tentu tidak bisa disederhanakan karena kondisi iklim yang semakin kering memang memperbesar potensi karhutla, namun tidak tepat pula menjadikan anomali iklim sebagai satu-satunya kambing hitam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa hingga akhir Juli 2026, sekitar 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim telah memasuki musim kemarau, dan pada Dasarian I Agustus, sekitar 90,79 persen wilayah mengalami curah hujan kategori rendah di tengah episode El Niño yang kuat serta ribuan titik panas yang terdeteksi. Secara ilmiah, suhu tinggi, kelembapan rendah, curah hujan sedikit, dan angin memang membuat vegetasi kehilangan kandungan air sehingga lebih mudah terbakar, menciptakan lingkungan yang mendukung penyebaran api. Namun demikian, kondisi kering tidak otomatis menghasilkan kebakaran tanpa adanya sumber penyalaan dan bahan bakar, yang berarti iklim sekadar menyediakan kondisi yang memungkinkan api berkembang, sedangkan aktivitas manusialah yang menyediakan pemicu sekaligus memperbanyak bahan bakarnya.

Di sinilah persoalan karhutla menjadi jauh lebih kompleks, di mana tingkat kerusakan ekosistem turut menentukan seberapa rentan suatu kawasan menghadapi bencana ketika hutan kehilangan tutupan vegetasi, lahan gambut mengalami pengeringan, serta kawasan mengalami perubahan fungsi yang menghilangkan kemampuan alaminya dalam mempertahankan kelembapan. Pengalaman pahit karhutla 2015 yang membakar sekitar 2,6 juta hektare lahan dengan estimasi kerugian ekonomi Bank Dunia mencapai sekitar US$16 miliar membuktikan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan api yang perlu dipadamkan, melainkan malapetaka yang dampaknya menjalar ke kesehatan masyarakat, transportasi, pendidikan, ekonomi, keanekaragaman hayati, hingga emisi karbon. Mencegah kerusakan ekosistem tentu jauh lebih rasional daripada terus-menerus mengeluarkan biaya pemadaman, sebab api mungkin dapat dipadamkan dalam hitungan hari, tetapi hutan yang hilang membutuhkan waktu jauh lebih panjang untuk pulih.

Dalam menatap realitas ekologis ini, Islam tidak memandang alam sebagai objek eksploitasi tanpa batas, melainkan sebagai amanah yang harus dijaga manusia, sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. Ar-Rum ayat 41 yang menegaskan bahwa telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, serta peringatan dalam QS. Al-A’raf ayat 56 agar tidak membuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki. Ayat-ayat tersebut tentu tidak bermaksud menuduh setiap bencana ekologis secara otomatis sebagai hukuman instan atas dosa manusia, melainkan mengandung peringatan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk merusak sekaligus memikul tanggung jawab moral untuk memperbaiki. Pengabaian terhadap hutan, gambut, and flora pada akhirnya bukan sekadar kesalahan teknis atau ekologis, melainkan persoalan etika ketika manusia mengetahui suatu tindakan berpotensi merusak namun tetap melakukannya.

Baca Juga

FB IMG 1789567536017

Kesenjangan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta dan Wantimpres Dipertanyakan

5 October 2026
WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

1 October 2026
FB IMG 1790586087848

Tumpukan Sampah Di Bantaran Sungai Bawah Jembatan Pasar Sugio Menggunung, Warga Keluhkan Bau Dan Rawan Kebakaran

28 September 2026
Bagi mahasiswa MHU UIN SGD Bandung, Bulan September adalah ruang refleksi sejarah guna merawat ingatan kolektif bangsa, menegakkan keadilan, dan menumbuhkan kepekaan sosial sebagai bekal calon pelayan masyarakat di masa depan.

Mahasiswa MHU UIN SGD Bandung Rawat Ingatan Bangsa Lewat Diskusi September Hitam

27 September 2026

Pendekatan sains dan Islam sebenarnya tidak perlu dipertentangkan dalam menghadapi karhutla karena keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda tetapi saling melengkapi secara harmonis. Sains memberikan perangkat melalui data satelit, prakiraan cuaca, indeks kekeringan, pemantauan titik panas, dan pemodelan iklim untuk mengetahui kapan, di mana, serta mengapa kebakaran berpotensi terjadi, sementara Islam memberikan jawaban moral mengenai alasan mengapa manusia harus peduli. Jika sains mengatakan bahwa hutan yang sehat memiliki fungsi ekologis penting dan pengeringan gambut meningkatkan risiko kebakaran, maka Islam mengajarkan bahwa menjaga ciptaan Allah adalah bagian dari amanah dan etika yang melarang tindakan pembawa kerusakannya. Penanganan karhutla pun harus bergeser dari paradigma reaktif yang menunggu asap menyebar menuju paradigma pencegahan dan pemulihan ekosistem yang terintegrasi.

Langkah konkret tersebut sekidaknya menuntut penguatan pada empat pilar utama: memperkuat sistem peringatan dini berbasis data iklim, satelit, and titik panas; melakukan restorasi ekosistem terutama hutan dan lahan gambut yang terdegradasi; memperkuat edukasi masyarakat mengenai pembukaan serta pengelolaan lahan tanpa bakar; dan menegakkan hukum secara konsisten terhadap pembakaran yang disengaja. Di samping itu, pendidikan ekologis perlu diperkuat melalui sekolah, pesantren, perguruan tinggi, masjid, dan berbagai lembaga sosial-keagamaan agar kesadaran lingkungan tidak berhenti pada slogan semata, melainkan menjelma menjadi perilaku sehari-hari. Pada akhirnya, menyebut karhutla hanya sebagai akibat El Niño adalah penjelasan yang belum selesai, sebab anomali iklim memperbesar risiko, tetapi kondisi ekosistem dan perilaku manusialah yang menentukan tingkat kerentanannya. Di sinilah karhutla menjadi cermin peradaban, di mana sains mengajarkan manusia membaca tanda-tanda alam dan Islam mengajarkan manusia membaca tanggung jawab di balik tanda-tanda tersebut. Jika hari ini hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pepohonan, melainkan udara yang tercemar, habitat yang musnah, karbon yang dilepaskan, ekonomi yang terganggu, dan masa depan generasi yang dipertaruhkan. Pertanyaan kita tidak boleh berhenti pada mengapa hutan terbakar, melainkan mengapa kita membiarkan ekosistem berada dalam kondisi yang begitu mudah terbakar. Jika iklim adalah bagian dari sunnatullah yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan, maka menjaga ekosistem adalah bagian dari amanah yang dapat dipertanggungjawabkan, karena merawat bumi hari ini bukan sekadar menyelamatkan hutan dari kebakaran, melainkan memastikan bahwa generasi berikutnya masih memiliki bumi yang layak untuk dihuni.

AHMAD ROYHAN FIRDAUS Presentasi 43 20260821 091233 0000

    Tags: Anomali IklimDampak Pengabaian Ekosistem FloraKarhutla
    Share344Tweet215Share60Pin77SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Kawal Transisi Ekonomi Hijau, Tim Pengabdi UPN “Veteran” Jatim Dan Tim ITS Kuatkan Ekonomi Kelembagaan BUMDESMA dan Optimalkan Solar Dome Dryer di Trenggalek

    Next Post

    Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Perkuat Branding Teh Rambut Jagung KWT Desa Kluwih melalui Pelatihan Identitas Merek dan Digital Marketing

    AHMAD ROYHAN FIRDAUS

    AHMAD ROYHAN FIRDAUS

    Related Posts

    FB IMG 1789567536017

    Kesenjangan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta dan Wantimpres Dipertanyakan

    5 October 2026
    WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

    Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

    1 October 2026
    FB IMG 1790586087848

    Tumpukan Sampah Di Bantaran Sungai Bawah Jembatan Pasar Sugio Menggunung, Warga Keluhkan Bau Dan Rawan Kebakaran

    28 September 2026
    Bagi mahasiswa MHU UIN SGD Bandung, Bulan September adalah ruang refleksi sejarah guna merawat ingatan kolektif bangsa, menegakkan keadilan, dan menumbuhkan kepekaan sosial sebagai bekal calon pelayan masyarakat di masa depan.

    Mahasiswa MHU UIN SGD Bandung Rawat Ingatan Bangsa Lewat Diskusi September Hitam

    27 September 2026
    Next Post
    DSC 01552

    Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Perkuat Branding Teh Rambut Jagung KWT Desa Kluwih melalui Pelatihan Identitas Merek dan Digital Marketing

    posyandu 2

    Sehat, Ceria, Dan Merdeka! KKN Ikut Semarakkan Posyandu Desa Pamongan

    1787323279371

    "Kami Juga Guru Indonesia": Jutaan Pendidik Madrasah Swasta Kirim Surat Terbuka ke Prabowo, Tegaskan Keadilan dan Kesetaraan di Balik Jeritan Hati

    IMG 20260822 WA0000

    Cegah Delinkuensi Remaja, Dosen Universitas Bengkulu Perkuat Karakter dan Literasi Hukum Siswa SMAN 7 Kota Bengkulu

    14 20260822 075053 0013

    Menuju NRIF 2026, LKP2M Seleksi Calon Panitia melalui Uji Kompetensi dan Studi Kasus

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 10 05 at 17.00.35

    Lapas Mojokerto Terima Bintorwasdal Kanwil Ditjenpas Jatim, Pastikan Pelayanan dan Keamanan Sesuai Standar

    5 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 05 at 5.06.09 PM

    Hari Pertama OMI Provinsi DIY, MAN 1 Yogyakarta Tunjukkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah

    5 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 05 at 12.13.06

    Jendela Ilmu, Lapas Mojokerto Terima Pemberian Buku Karya Klien dari Bapas Surabaya

    5 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 05 at 17.59.54

    Perkuat Kesiapan, Lapas Arga Makmur Persiapkan Kunjungan Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Bengkulu

    5 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 05 at 09.50.58

    Persiapan Renovasi, Rutan Bengkulu Tinjau Kondisi Dapur dan Sarana Pendukung

    5 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 05 at 10.36.47

    Rutan Bengkulu Hadirkan Taman Bermain, Wujudkan Layanan Kunjungan Ramah Anak

    5 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita